MANGUPURA, radarbali.id - Seiring kian dekatnya coblosan Pemilu 2024, bursa Pilkada Bali mulai hangat. Sejumlah nama calon mulai bermunculan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2024.
Lembaga Archi Indonesia dalam hal ini telah melakukan survei selama pertengahan Januari 2024 untuk mengetahui nama-nama yang berpotensi bertarung dalam Pilkada 2024.
Untuk diketahui, Archi Indonesia merupakan lembaga yang bergerak di bidang research dan strategi politik dalam membedah potensi pemenangan kandidat Pilkada, Pileg, maupun Pilpres.
CEO Archi Indonesia, Mukhradis Hadi Kusuma ungkap pihaknya memang memotret proses Pilgub dalam tiga fokus utama.
Baca Juga: Harga Beras Premium di Klungkung Melonjak, Beras Program SPHP Sempat Terbatas, Ini Masalahnya
Pertama yaitu soal kecenderungan partai politik (parpol) di Bali, apakah PDIP masih kuat di Bali ataukah ada partai baru yang muncul sebagai partai mercusuar.
"Kedua, apakah ada orang di luar dari Pak Koster yang bisa menjadi pilihan baru. Ketiga, bagaimana masyarakat melihat Pilgub ini," tuturnya, kemarin (2/2).
Karena ia melihat biasanya Gubernur Bali bertahan lama dan berasal dari PDIP. Namun menariknya di PDIP, dirinya melihat ada dua nama yang meraih hasil survei tertinggi.
Baca Juga: Pemilu Sudah Dekat, Babinsa Buleleng Diimbau Petakan Situasi, Ini Pertimbangannya
"Pertama Pak Koster dan kedua Pak Giri. Dua ini orang yang dekat sama Ibu Megawati dan kemungkinan dua-duanya kalau dipaketkan, bisa jadi Gubernur dan Wakil Gubernur yang tak tertandingi dengan satu usungan parpol dan itu bisa dilakukan oleh PDIP," sambungnya.
Karena berdasarkan survei yang dilakukannya, didapati hasil bahwa urutan parpol di Bali masih digenggam oleh PDIP.
Diikuti dengan Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Gerindra.
Baca Juga: Waduh! Arya Wedakarna Ternyata Tidak Malu Dipecat dari DPD RI karena Laporan MUI Bali, Begini Kata KPU
Sedangkan ketika responden diberikan pertanyaan terkait calon gubernur yang akan dipilih saat Pilgub 2024, muncul sepuluh nama yang sudah tak asing di Bali.
Hasil tertinggi diperoleh I Wayan Koster (18,2 persen) dan Nyoman Giri Prasta (15,9 persen). Kemudian nama Agung Manik Narendra (14,7 persen); Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (10,12 persem); Made Mudarta (9,7 persen); I Made Mahayastra (7,9 persen); Ida Bagus Rai Mantra (7,8 persen); Arya Wedakarna (7,2 persen); Gede Sumarjaya Linggih (4,2 persen); Gede Pasek Suardika (3,9 persen); dan tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan (0,38 persen).
"Kalau dua ini (Koster dan Giri, red) bersatu, kira-kira ada dua pasangan calon, jadi PDIP dan non PDIP. Kalau ini berpisah, ada tiga pasangan calon," paparnya.***
Editor : M.Ridwan