Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Ikut Kritik Presiden Jokowi, Rektor Unud Pilih Dinginkan Suasana Minta Menjaga Prinsip-Prinsip Demokrasi

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 4 Februari 2024 | 15:30 WIB

 

DINGINKAN TENSI POLITIK:  Rektor Universitas Udayana Prof. Ngakan Putu Gede Suardana
DINGINKAN TENSI POLITIK: Rektor Universitas Udayana Prof. Ngakan Putu Gede Suardana

DENPASAR, radarbali.id – Beberapa kampus membuat petisi keprihatinan terhadap Presiden Joko Widodo.

Diantaranya universitas ternama tanah air seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII) hingga Universitas Indonesia (UI), deklarasi pernyataan sikap kebangsaan, di mana  mendesak agar Presiden Jokowi tidak menyalahgunakan wewenangnya dalam konteks pemilu 2024 ini.

Namun, di kampus di Bali yakni perguruan tinggi tertua Universitas Udayana menanggapi dinamika politik akhir-akhir ini datang dari berbagai salah satunya perguruan tinggi.

 Baca Juga: Ketika Burung Pecuk Padi Hitam Bermanuver Berburu Ikan di Waduk Muara

Menurutnya itu  biasa bagian  dalam demokrasi.  Intinya menjaga demokrasi dan mengimbau warga kampus menggunakan hak suara.

Hal itu disampaikan  Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D., IPU menekankan pentingnya partisipasi civitas akademika Universitas Udayana dalam proses demokrasi, serta 

mengimbau seluruh warga kampus untuk menggunakan hak suara mereka dengan bijak demi NKRI ke depan

 Baca Juga: Amor Ring Acintya! Made Sang Tukang Kebun Ditemukan Tewas Saat Bersih-bersih Vila, Begini Penyebabnya

"Mencermati dinamika politik menjelang pemilu 2024, Rektor  Universitas Udayana Universitas Udayana berkomitmen mendukung proses demokrasi dan mendorong terciptanya  lingkungan kampus yang inklusif dan demokratis," ucapnya dalam siaran pers Rektor kemarin (3/2). 

Rektor juga memberikan imbauan untuk melaksanakan pemilu secara damai, memupuk toleransi, serta menghargai perbedaan pandangan  demi terciptanya suasana pesta demokrasi yang kondusif di lingkungan kampus.

Unud tidak memberikan  kritik untuk Presiden Jokowi seperti kampus lain. Prof Ngakan berharap pemilihan Umum 2024 adalah puncak demokrasi yang melibatkan setiap elemen masyarakat, termasuk Civitas Akademika Universitas Udayana. 

 Baca Juga: Sebulan Hanya Bisa Cairkan 10 Pemohon Santunan Atma Kerthi di Karangasem, Ini Penyebabnya

"Hak suara kita adalah kekuatan untuk membentuk masa depan. Hendaknya seluruh masyarakat, khususnya warga kampus untuk  berpartisipasi dengan penuh kesadaran dan menggunakan hak suara secara bijak," terang Mantan Dekan Fakultas Teknis Universitas Udayana ini. 

Rektor Universitas Udayana juga menekankan  melalui pemilu, menjaga prinsip-prinsip  demokrasi yang mendasari kehidupan berbangsa. Universitas Udayana mendukung penuh proses  demokrasi ini sebagai bentuk komitmen terhadap pembentukan generasi penerus yang  berintegritas dan berdedikasi pada nilai-nilai kebangsaan.

 Baca Juga: Manuver Mau Ubah BUMN Menjadi Koperasi, Erick Thohir: Sungguh Ironis Pandangan Seperti Itu!

Universitas Udayana juga menghormati dinamika politik sebagai bagian dari demokrasi, dimana  masyarakat memiliki hak konstitusional dalam menentukan sikap dan pilihan masing-masing. 

Begitu juga akademisi adalah bagian dari civil society yang memiliki peran untuk ikut serta  menjaga demokrasi, sehingga pendapat dan suaranya harus  dihormati.***

 

Editor : M.Ridwan
#Rektor Unud #kritik #universitas udayana #Petisi