MANGUPURA,radarbali.id - Persiapan tahapan pemungutan suara Pemillu 2024 pada hari ini (14/2), KPPS sudah merampungkan pembuatan TPS di wilayahnya masing-masing. Paling lambat, TPS sudah selesai satu hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara.
KPU Provinsi Bali beserta dengan Forkompimda Provinsi Bali dan instansi terkait melaksanakan monitoring dan supervisi kesiapan pembuatan TPS, kemarin (13/2).
Tiga TPS yang dikunjungi oleh rombongan tersebut yakni TPS 65 Banjar Petangan Gede, Ubung Kaja, Denpasar; TPS 020 Lingkungan Delod Pempatan, Kelurahan Lukluk, Mengwi, Badung; dan TPS 005 Banjar Tonja, Desa Gubug, Tabanan.
Baca Juga: Tim Komplit, Bali United Target Menang Saat Menantang PSM Makassar
Dalam perhentiannya di Badung, Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya nampak melakukan monitoring di TPS 020, TPS 021, dan TPS 022 yang ada di Banjar Delod Pempatan.
"Tempat ini masih bisa diintip dari (TPS, red) sebelah. Saya minta untuk ditutuplah. Kemudian juga antara kotak pemlih dengan kotak lainnya terlalu dekat. Itu saja," tuturnya.
Hal ini dievaluasinya agar pemilih merasa nyaman, tidak takut pilihannya dilihat, dan juga mengurangi pressure ketika memilih.
Baca Juga: Duh, di Jembrana Masih Ada 16 TPS dengan Sinyal Lemah, Ini Keterangan Pihak KPUD
Secara umum bagus, ketiga TPS dinilainya sudah siap. Karena yang terpenting adalah bagaimana setting atau pengaturan tempatnya saja.
Terlebih lokasi Banjar Delod Pempatan yang luas dan besar dapat menunjang aparat keamanan untuk fokus melaksanakan tugasnya di TPS.
"Untuk masyarakat, saya harapkan besok datang menggunakan hak pilihnya. Ini bagian dari swadarma kita kepada negara. Besok beberapa menit di dalam TPS menentukan bagaimana bangsa kita ke depan, bagaiamana pemerintah daerah ke depan," kata Mahendra.
Baca Juga: Musnahkan 6.099 Kelebihan Surat Suara, KPU Bali: Kami Tidak Bakar dan Tidak Buang Begitu Saja!, Kok Bisa Lebih?
Dalam kesempatan ini, dirinya juga menyinggung terkait pungutan wisatawan yang sudah diluncurkan secara resmi beberapa waktu lalu. Pemprov Bali akan menyambut pesawat yang pertama kali datang di pukul 00.00 dini hari ini.
"Hari ini sudah Rp2 miliar lebih yang bayar (pungutan wisatawan asing, red), karena kita minta merke abayar sebelum berangkat. Itu antusias yang besar dari wisman ke Bali, mereka memahami untuk menjaga dan melestarikan budaya Bali," sambungnya.
Masih terkait kesiapan TPS di Delod Pempatan, Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana turut mengapresiasi evaluasi dari Pj Gubernur. Evaluasi ini menurutnya mengacu pada regulasi yang ada.
Baca Juga: Sebanyak 15.085 Surat Suara di KPU Kota Denpasar Dibakar karena Ini, KPU Bali Bilang Jangan Dibakar, Dicacah Saja!
"Artinya kan regulasi yang diutamakan. Jarak antar TPS satu dengan TPS lain, bilik suaranya minimal 1 meter, memang di regulasi. Sehingga harus diikuti," paparnya.
Kemudian terkait kerahasiaan pemilih saat melakukan pencoblosan yang harus dijaga.
"Penngamanannya tadi masih terlalu rendah, harus dinaikkan atau ditambah lagi satu spanduk ke atas. Akan disiapkan oleh teman-teman dan malam ini saya yakin bisa diselesaikan," kata Yusa.***