SEMARAPURA, Radar Bali.id- Perolehan suara sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Klungkung menunjukkan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dibandingkan dengan dua paslon lainnya, Rabu (14/2/2024).
Kondisi ini membuat Ketua DPC PDIP Klungkung yang juga tim pemenangan paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom tidak bisa berkata-kata.
Gung Anom sapaan akrab Ketua DPC PDIP Klungkung yang juga Ketua DPRD Klungkung itu memasang target paslon Ganjar- Mahfud bakal menang di Kabupaten Klungkung.
Target menang 70 persen pun optimis bisa direalisasikannya di tengah kondisi demokrasi yang menurutnya tengah sakit dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini.
Itu sebabnya dia dan keluarganya kompak menggunakan pakaian serba hitam sebagai bentuk duka terhadap demokrasi yang tengah sakit.
“Kenapa kami bilang demokrasi sakit, itu karena saat paslon kami menggelar kampanye ada penyusup di tengah-tengah simpatisan kami. Di mana penyusup itu meneriakkan nama paslon lain yang sudah barang tentu memancing konflik,” ujar sebelum menyalurkan hak pilihnya di TPS 006, Kelurahan Semarapura Klod, Klungkung.
Hanya saja setelah perhitungan suara dilakukan, sejumlah TPS di Kabupaten Klungkung menunjukkan hasil di luar ekspektasi. Di mana paslon Prabowo- Gibran unggul dibandingkan dengan dua paslon lainnya.
Bahkan di TPS 006, Kelurahan Semarapura Klod, Klungkung tempat Gung Anom menyalurkan hak pilihnya, paslon Prabowo- Gibran memperoleh suara sebanyak 101 atau unggul lima poin dibandingkan dengan paslon Ganjar- Mahfud yang memperoleh 96 suara.
Sedangkan pasangan Anies Rasyid Baswedan- Abdul Muhaimin Iskandar (Amin) harus puas dengan perolehan 15 suara. “Benar-benar di luar ekspektasi. Yang kami perkirakan memang total, kami malah kalah total. Tidak bisa omong apa dulu,” ungkapnya.
Menurutnya kondisi itu terjadi hampir di seluruh Indonesia. Bahkan dia mengungkapkan perolehan suara paslon Ganjar- Mahfud di Bali dipastikan kalah dibandingkan Prabowo- Gibran.
Terkait kekalahan itu, menurutnya belum ada pembahasan pemberian sanksi terhadap pentolan partai, atau dewan fraksi PDIP yang tidak dapat mengamankan suara Ganjar- Mahfud di TPS masing-masing.
“Risiko politik, risiko sanksi, kalau memang dijatuhkan ya memang harus terima, seperti itu.
Sementara Ketua DPC Gerindra Klungkung, Wayan Baru belum bisa diminati komentarnya. Tetapi berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, perolehan suara Prabowo- Gibran unggul di TPS 7, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida tempat Wayan Baru menyalurkan hak pilihnya.
Di mana perolehan suara untuk paslon Amin nihil, Prabowo- Gibran sebanyak 237 suara, sementara untuk Ganjar- Mahfud sebanyak 9 suara. [*]
Editor : Hari Puspita