Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PDIP Tabanan Gerus Kursi Partai Nasdem di Tiga Dapil, Berikut Ini Komentarnya

Hari Puspita • Minggu, 18 Februari 2024 | 19:50 WIB
HASILNYA MENGEJUTKAN : Suasana proses pemungutan suara di Tabanan.(juliadi/radar bali)
HASILNYA MENGEJUTKAN : Suasana proses pemungutan suara di Tabanan.(juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – DPC PDIP Tabanan memastikan jumlah alokasi kursi DPRD Tabanan bertambah pada pemilu 2024 kali ini.

Penambahan kursi DPRD Tabanan seiring bertambah jumlah suara pemilihan legislatif  (Pileg). Hal itu disampaikan Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat memberikan keterangan resminya di Kantor DPC PDIP Tabanan, Sabtu (17/2).

“Saya patut berbangga dan berbahagia, Tabanan sebagai salah satu pemenang suara Pilpres untuk paslon Ganjar-Mahfud. Dan di Tabanan ada 10 kecamatan semua kita menang perolehan suara. Ini berani saya sampaikan, karena data sudah masuk 99 persen,” ujar Sanjaya didampingi LO PDIP Tabanan I Gusti Nyoman Omardani dan Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP Tabanan I Nyoman Kartika.  

Tak kalah pentingnya adalah perolehan suara kursi anggota DPRD Tabanan. PDIP Tabanan menunjukkan taringnya, kandang banteng betul-betul terbukti. Dimana sebelumnya pada pemilu 2019 lalu dari 40 kursi di DPRD Tabanan, PDIP Tabanan mendapat 28 kursi setara dengan 70 persen.

Kemudian pada pemilu 2024 pihaknya diminta menaikkan jumlah suara kursi kembali untuk tingkat II. Waktu itu ditarget naik menjadi 2 kursi, karena di Tabanan ada 4 daerah pemilihan (Dapil).

“Astungkara hari ini setelah saya hitung dari C1 Plano yang sudah terinput dari 1.545 TPS. Hasil perhitungan ternyata kami dapat menambah 3 raihan suara kursi DPRD Tabanan, menjadi 31 kursi di DPRD Tabanan,” ungkapnya.

Dengan rincian dapil I (Tabanan-Kerambitan) naik 1 kursi, yang sebelumnya hanya mendapat 7 kursi kini menjadi 8 kursi. Naiknya satu kursi ini menggeser posisi kursi milik Partai Nasdem. Sisanya 2 kursi didapat Golkar dan Gerindra yang tetap bertahan.

Kemudian Dapil II Tabanan (Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan) perolehan suara kursi masih tetap 8 kursi.

Selanjutnya untuk dapil III Tabanan (Penebel-Baturiti) juga menambahkan jumlah kursi PDIP. Sebelumnya hanya 5 kursi kini menjadi 6 kursi. Naiknya satu kursi pada dapil III ini juga menumbangkan posisi kursi Partai Nasdem. Sementara sisanya 3 kursi didapat oleh Gerindra, Partai Golkar dan Demokrat.

Terakhir untuk suara dapil IV (Kediri-Marga) dengan 11 kursi yang diperebutkan. Pada dapil IV ini juga mengalami peningkatan jumlah kursi dari 8 kursi menjadi 9 kursi. Satu kursi yang naik ini tak lain menggeser kursi yang diperoleh sebelumnya oleh Partai Nasdem. Sisanya masih didapat Partai Golkar dan Gerindra.

“Sehingga kami dapat simpulkan 3 kursi yang sebelumnya milik dari Partai Nasdem diboyong total atau direbut PDIP. Dengan rincian kursi Partai Nasdem di Dapil I, II dan III dilibas PDIP,” ungkapnya.

Sanjaya menambahkan tambahan suara kursi DPRD Tabanan dari 28 kursi menjadi 31 kursi sangat luar biasanya dan membuktikan. Kabupaten Tabanan masih kokoh sebagai kandang banteng.

“Saya berterimakasih kepada masyarakat Tabanan yang sudah mempercayakan pilihannya kepada PDIP. Artinya apa masyarakat sudah melihat dampak pembangunan yang sudah dilakukan oleh kader-kader PDIP tabanan yang duduk di legislatif maupun eksekutif,” jelasnya.

Mengenai nama-nama siapa saja duduk di kursi DPRD yang pasti ada incumbent dan new comer (pendatang baru). Salah satunya Perbekel Desa Sembung Gede, Kerambitan I Gusti Nengah Sulandera dan Perbekel Desa Pandak Gede, Kediri I Gusti Ketut Artayasa.

Disisi lain Sanjaya juga menegaskan untuk perolehan suara kursi DPRD Bali dari 6 kursi yang dicari. PDIP Tabanan masih tetap bertahan dengan 4 kursi, sisanya didapat Golkar dan Gerindra.

Kendati masih tetap raihan suara kursi DPRD Bali, namun sebaliknya suara kursi DPRD Tabanan yang ditarget naik dua tetapi menjadi 3 kursi ini pemilu 2024 adalah sebuah bonus luar bisa. Dari pemilu ke pemilu selalu suara PDIP di Tabanan meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai Nasdem Tabanan Ida Bagus Putu Wiadnyana tak menyangka suara kursi Nasdem di DPRD Tabanan akan hilang. Jauh diluar prediksi.

“Untuk sementara hasil rekap C1 Plano, suara kursi Nasdem di DPRD Kabupaten gambarannya habis diambil PDIP,” akunya.

Hilangnya 3 kursi DPRD Tabanan pada pileg 2024 kali ini masih menjadi tanda tanya besar. Bahkan penyebabnya pihaknya belum analisa.

“Benar-benar merosot suara Nasdem, padahal hasil pileg 2014 dan 2019 suara Nasdem itu tetap. Sekarang ini turun sekitar 90 persen,”ungkapnya.

Hasil pileg kali ini sungguh tidak masuk akal, karena kondisi politik terjadi diluar nalar. Salah satu perolehan suara dari para caleg. Dimana dalam satu TPS hanya mendapat satu suara. Padahal caleg tersebut beranggota istri dan keluarga lainnya.

“Masak mereka hanya mendapat satu suara, lalu suara istri dan anggota keluarga lainnya kemana,”  ungkapnya.

Namun apapun itu hasil pileg dan turun suara Nasdem tentu pihaknya sangat menyayangkan. “Perolehan suara pileg kali ini menjadi catatan dan evaluasi kedepan,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#pdip #tabanan #pilpres 2024 #anomali #nasdem