Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Suara Pilpres dan Pileg Berkebalikan di Tabanan, Sanjaya Sebut Fenomena Aneh, Ini Analisisnya

Juliadi Radar Bali • Minggu, 18 Februari 2024 | 21:25 WIB
MERASA ANEH : Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (tengah) didampingi Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP Tabanan, I Nyoman Kartika dan I Gusti Nyoman Omardani. (foto:juliadi)
MERASA ANEH : Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (tengah) didampingi Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP Tabanan, I Nyoman Kartika dan I Gusti Nyoman Omardani. (foto:juliadi)

TABANAN, Radar Bali.id – Perolehan suara pilpres Ganjar-Mahfud di Tabanan yang berbeda tidak linear dengan suara pileg.

Dimana Ganjar-Mahfud hanya meraih suara 58,74 persen sedangkan suara pileg di Tabanan mencapai 90 hingga memperoleh 3 tambahan kursi di DPRD Tabanan dari 28 kursi menjadi 31 kursi.   

Akhirnya dijawab oleh Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Tidak linear suara pilpres dan pileg ini sempat menjadi bahan rapat dan diskusi di DPD PDIP Bali saat ia diundang rapat soal hasil pemilu.

“Ini fenomena aneh, mestinya suara PDIP Tabanan linear antara suara Pilpres dan Pileg. Tapi ini berbeda tidak linear. tidak hanya di Tabanan tetapi hampir semua kabupaten di Bali,” ungkapnya, Sabtu (17/2/2024).

Partai PDIP perlu banyak belajar mengikuti fenomena dan kemajuan anak muda zaman sekarang ini. Ternyata peran media sosial (medsos) dalam hal konten dan gimmick sangat pengaruh luar biasa di pPilpres. Bahkan ini yang disukai anak muda untuk generasi Z atau kalangan milenial.

PDIP khusus Tabanan ke depan bisa menggunakan konten dan gimmick untuk menyasar pemilih milenial. Artinya tidak hanya mengandalkan akar rumput untuk sosialisasi. Ternyata gimmick untuk kalangan milenial itu perlu.

“Saya minta setiap kader bisa bikin konten, karena itu yang lebih disukai anak muda. Jadi, generasi Z tidak suka tampil menyeramkan, bergaya dan jogged disukai, nanti kemasannya mengikuti zaman anak muda,” ujarnya.

Sanjaya menambahkan para kader saat turun dibawah, harus ikuti selera anak muda. Apa bukti karena kader dan caleg masih diterima dan buktinya suara pileg tinggi. Bisa perlu sosialisasi pembangunan dan kerja yang dilakukan para kader PDIP di legislatif bisa lewat konten di media sosial.

“Ganjar-Mahfud kan 58,74 persen. Jadi sisanya masih ada sekitar 40 persen suara tidak menjatuhkan pilihan ke Ganjar-Mahfud, perlu didekati dengan pola zaman sekarang khusus pada anak muda konten dan gimmick,” tuturnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pdip #tabanan #pilpres 2024 #pemilu 2024 #Ganjar Mahfud