Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Empat Hari Pasca Coblosan, PDIP Tetap Dominan Kuasai Kursi Dewan Jembrana dan Bali, Ini Perkembangannya

Muhammad Basir • Senin, 19 Februari 2024 | 23:45 WIB
HITUNG HASIL PENCOBLOSAN : Rekapitulasi suara di Kecamatan Negara, Jembrana. (m.basir/radar bali)
HITUNG HASIL PENCOBLOSAN : Rekapitulasi suara di Kecamatan Negara, Jembrana. (m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id -  Empat hari pasca pemungutan suara, perolehan suara partai politik peserta pemilu mulai terlihat lebih pasti. Perolehan suara PDIP Jembrana masih mendominasi untuk pemilihan DPRD Bali maupun DPRD Jembrana.

Bahkan dari hitungan sementara bisa meloloskan dua anggota dewan untuk DPRD Bali. Yakni dua kursi, I Made Kembang Hartawan dan I Ketut Sugiasa.

Sedangkan untuk DPRD Jembrana kursi dewan berkurang dari hasil pemilu sebelumnya.

Perolehan suara terbanyak ini sebelumnya disampaikan Ketua DPC PDIP Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Perolehan suara partai dan masing - masing calon untuk DPRD Bali sekitar 70 ribu suara sudah bisa mengantar dua orang anggota DPRD Bali dari dapil Jembrana. "Dari suara partai dan calon, bisa dapat dua kursi," ujarnya.

Bahkan pada akun sosial resmi PDIP Jembrana, disebutkan data per 95 persen yang masuk suara caleg dan partai masing masing partai untuk DPRD Bali, PDIP 67.929 suara, disusul Demokrat 29.411 suara, Gerindra 22.624 suara dan Golkar 18.648 suara.

Dengan perolehan suara tersebut, kursi DPRD Bali pertama pada PDIP, kursi kedua pada Demokrat, kursi ketiga PDIP dan kursi keempat Gerindra. "Golkar inkumben, Out," tertulis di akun PDIP Jembrana.

Suara terbanyak kedua di PDIP I Ketut Sugiasa, bisa memperoleh kursi ketiga DPRD Jembrana. Karena kursi kedua sudah diperoleh calon anggota DPRD Bali dari Partai Demokrat I Gede Ghumi Asvatham karena memperoleh suara partai dan calon terbanyak kedua, sekitar 30 ribu suara. Sedangkan kursi keempat, bisa ditempati Partai Gerindra dengan calon suara terbanyak I Kade Darma Susila.

Partai Golkar Jembrana yang sebelumnya diprediksi mendapat satu kursi, masih belum mampu mengantarkan calonnya, termasuk calon petahana I Made Suardana duduk di kursi DPRD Bali lagi.

"Proses rekapitulasi masih belum seratus persen, kami belum bisa memastikan perolehan suara untuk DPRD Bali. Mudah-mudahan bisa dapat, masih bersaing dengan perolehan suara Gerindra," ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Jembrana I Nyoman Birawan.

Sementara itu, perolehan kursi DPRD Jembrana, PDIP Jembrana masih tetap mendominasi suara terbanyak dan kursi terbanyak.

Meskipun berpotensi berkurang dari 18 kursi hasil pemilu sebelumnya, masih tetap mendominasi perolehan suara di DPRD Jembrana. "Kabupaten masih tertinggi, tapi untuk kabupaten kita lihat hasil final nanti," ujar Sekretaris DPC PDIP Jembrana Ni Made Sri Sutharmi melalui pesan singkat.

Dari sisi partai politik, sejumlah partai politik masih bertahan. Partai Politik yang memiliki kursi DPRD Jembrana pada pemilu 2019, peluang masih bertahan di pemilu 2024 ini. Hanya Partai Hanura yang terancam tidak mendapat alokasi kursi. Sebagian besar calon petahana gugur digantikan calon pendatang baru.

Salah satunya calon dari partai persatuan pembangunan (PPP), suara calon petahana bersaing ketat dengan pendatang baru. Bahkan PPP mendapat dua kursi di dua dapil. Yakni, dapil Negara dan dapil Melaya. "Kalau satu kursi sudah pasti dapat di Kecamatan Negara. Namun untuk Kecamatan Melaya tinggal hitung suara calon siapa tertinggi," ujar Ketua DPC PPP Jembrana Halid.

Dari hitungan sementara, suara calon petahana dari dapil Kecamatan Negara, Mujahidin bersaing ketat dengan calon pendatang baru Hasbil Ma'ani. Kedua calon partai berlambang ka'bah ini sama - sama memperlihatkan suara diatas 2000 suara, dengan selisih tipis sekitar 100 suara untuk kemenangan Hasbil Ma'ani. "Dari hitungan internal partai, Hasbil tertinggi," ungkapnya.

Sejumlah calon petahana ada yang digeser calon pendatang baru karena suara yang kalah di internal partai. Calon petahana lain kalah karena suara partai tidak maksimal mendominasi, sehingga kalah dengan partai lain dalam pembagian komposisi jumlah kursi.

Partai Demokrat untuk dapil Jembrana 1 atau Kecamatan Negara juga berpeluang menambah 1 kursi. Pada pemilu sebelumnya, hanya dapat 1 kursi yang ditempati I Ketut Catur. Namun pada pemilihan 2024, tidak mencalonkan lagi digantikan anaknya I Made Gangga Paribasa dan berpeluang lolos menjadi anggota DPRD Jembrana. "Gangga aman suara terbanyak," ujar I Ketut Catur, saat dikonfirmasi.

Bahkan ada peluang menambah 1 kursi lagi di Dapil Kecamatan Negara. Karena dari hitungan sementara suara Partai Demokrat dari dapil Kecamatan Negara lebih banyak dari pemilu sebelumnya. "Ada potensi dapat dua kursi. Tapi masih nunggu hasil penghitungan resmi dari KPU," imbuhnya.

Partai Golkar dari dapil Kecamatan Negara, satu calon petahana terancam gagal. Karena dari hitungan sementara, berpeluang mendapat 3 kursi, sedangkan calon petahana mendapat suara terbanyak ke-empat. "Hitungan sementara ini bisa dapat 3 kursi," ujar I Nyoman Birawan.

Sementara di Dapil Jembrana V atau Kecamatan Jembrana mendapat 1 kursi. Calon petahana dari Partai Golkar digeser calon pendatang baru. "Masih belum selesai penghitungan resmi KPU. Kami nunggu hitungan resmi KPU dulu," tegasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pemilu 2024 #dprd jembrana #kursi dewan #dprd bali