Kacau dan Banjir Protes! Rekapitulasi Suara di Kecamatan Dipending, KPU berdalih Membersihkan dan Sinkronisasi Sirekap
Ni Kadek Novi Febriani• Rabu, 21 Februari 2024 | 10:50 WIB
KACAU: Rapat pleno KPU terkait rekapitulasi suara di Kecamatan diitunda dengan alasan ada masalah dalam aplikasi Sirekap memicu protes banyak pihak.
DENPASAR, radarbali.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penundaan perekapan suara hasil Pemilu 2024 di Kecamatan seluruh Indonesia. Sehingga di Bali juga ikut tertunda sampai tanggal Selasa 20 Februari 2024.
Ketua KPU Bali I Dewa Gede Agung Lidartawan mengatakan penundaan lantarnKPU membersihkan dan sinkronisasikan sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi Suara) dengan form c hasil yang di foto supaya datanya bersih sebelum hasil pleno kecamatan diunggah. "Pending sampai 20 pagi mulai lagi," kata Lidartawan dihubungi (18/2).
Seperti diketahui jadwal rekapitulasi suara di kecamatan dimulai Sabtu 17 Februari KPU Bali menargetkan selesai 26 Februari walau secara nasional targetnya 2 Maret. Meski ada skors untuk rekapitulasi kecamatan Lidartawan menjamin selesai tepat waktu.
Pihaknya juga menjamin suara yang telah dicoblos aman tidak akan ada praktik-praktik kecurangan seperti yang dirisaukan banyak pihak karena ada ketakutan suara rawan di tingkat kecamatan.
"Terus dijaga dan diketati. Kalau tidur diawasi sama saja. Waktunya lama sampai tanggal 2 Maret paling lambat teman teman 26 selesai semua," katanya.
Selain itu juga termasuk akan ada pemungutan suara ulang di 4 tempat pemungutan suara (TPS) di Buleleng yakni TPS 4 dan TPS 5 di Desa Temukus (pencoblosan ulang pilpres) dan TPS 5 dan 6 di Desa Pedawa (pencoblosan DPRD kabupaten Buleleng dapil 8) dilakukan Selasa (20/2) tidak akan mengganggu jadwal rekapitulasi.
Sementara itu Ketua KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni juga mengatakan hal senada. Pengamanan selalu dilakukan 24 jam oleh kepolisian serta PPK setempat. Pihaknya menjamin suara akan aman sampai perhitungan di Jakarta.
"Pengamanan tetap dilakukan oleh Polresta Denpasar sejak logistik didrop ke lokasi pleno kecamatan hingga nanti selesai dan ada juga PPK yang ikut menjaga," pungkasnya.***