Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Di Bali Partisipasi Pemilih 83 Persen Lebih, Golput 500 Ribuan, Ini Peringkatnya

Hari Puspita • Minggu, 10 Maret 2024 | 16:45 WIB
REKAPITULASI SUARA : Penghitungan suara Tingkat provinsi. (Foto: Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
REKAPITULASI SUARA : Penghitungan suara Tingkat provinsi. (Foto: Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

DENPASAR, Radar Bali.id- Pemenang dalam Pemilu 2024 sudah bisa dipastikan setelah selesai rekapitulasi yang dilakukan di tingkat provinsi dalam sehari di Prime Plaza Hotel Sanur Jumat (8/3/2024).

Hasilnya?  jumlah yang menggunakan hak pilih 2.740. 692, dari jumlah pemilih yang masuk dalam pemilih tetap 3.269.516 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden.

Jadi ada sekitar setengah juta yang tidak memakai hak pilihnya. Dalam data surat suara yang tidak terpakai  plus cadangan 2 persen 597.217 surat suara tersisa. 

Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden sudah dipastikan dimenangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan perolehan suara 1.454.640 atau sekitar 53 persen lebih. 

 Pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar (01) hanya memperoleh 99.233 dan pasangan Ganjar-Mahfud (03) memperoleh 1.127. 134.  

Dari pemilihan legislatif (pileg)  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih mendominasi.  Hanya saja ada pengurangan perolehan kursi seperti  DPR RI, PDIP harus puas dengan lima kursi yang sebelumnya berhasil meraih enam kursi dari sembilan kursi jatah daerah pemilihan (dapil) Bali.

 Baca Juga: Setelah Aplikasi Sirekap Kacau Balau, Hitung Suara Tertunda, Begini Kata KPUD Gianyar

Pada periode Pemilu 2024,  ada lima wajah baru yakni dari Gerindra Dewa  Gde  Widiarsa (80.658), Nasdem I Nengah Senantara (51.563), Demokrat Tutik Kusuma  Wardhani (54.713) dan PDIP Nyoman Adi Wiryatama (165.374). Untuk petahana yang berhasil lolos dari PDIP  I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan (218.539); I Wayan Sudirta ( 169.776); I Nyoman Parta (281.688); dan I Ketut Kariyasa Adnyana (84.510). 

Persaingan pemilihan DPD RI  juga sengit, yang sebelumnya Arya Wedakarna memperoleh suara terbesar di Pemilu 2019 lalu, saat ini suara terbesar dipegang  Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dengan meraih suara sebanyak 494.698; Kedua, Arya Wedakarna 378.300; Ketiga Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik 377.152 dan I Komang Merta Jiwa 363.440. 

 Baca Juga: Polres Buleleng Kerahkan Personel Perketat Pengamanan untuk Rekap Hitung Suara, Ini Keterangannya

Untuk perolehan suara partai DPRD Bali, suara PDI Perjuangan berjumlah 1.446.583. Disusul dengan Gerindra 324.648. Golkar 322.569.  Partai Demokrat 152.506; Nasdem 85.335; Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 52.517.  

Sementara itu diwawancarai Anggota KPU Bali I Gede John Darmawan menyatakan partisipasi pemilih di Bali 83,3 persen sesuai mencapai target  memang dipasang 83 persen.

 Paling tinggi tingkat partisipasi di Badung mencapai 90 persen. Sedangkan terendah di Buleleng tingkat partisipasi 75 persen.   

"Ada lewat dikit. Sudah melewati target. Harapan di Pilkada nanti 2024 mengulang kesuksesan pemilihan kepala daerah 2020  tingkat partisipasi itu cukup tinggi di Pandemi mencapai 80 persen," kata John. 

 

Jumlah pemilihan bedakan berdasarkan gender, tingkat partisipasi perempuan dikatakan cukup tinggi dibandingkan Pemilu sebelumnya.

Untuk tingkat pemilihan presiden dan wakil presiden  jumlah pemilih perempuan 1.375.001 dan pria 1.365.691.  John  menyatakan untuk Pilkada belum memasang target. 

Diakui  Pilkada nanti yang jadwalnya dilaksanakan 27 November mendatang akan memasang target yang realistis. Pihaknya akan melakukan evaluasi untuk partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 ini. 

Katanya untuk Pilkada masing-masing daerah tidak sama apalagi  Pilkada bersifat lokal pemilihan bupati dan wakil bupati di tingkat kabupaten/kota.

 

"Kalau Pilgub  tugas kami di provinsi tentu menjadi elaborasi dari teman-teman tingkat kabupaten/kota kami rancang proses pemilu dan pilkada ini menjadi proses menyenangkan," kata Mantan ketua KPU Denpasar. 

 

Targetnya kedepan untuk pemilih pemula dan milenial karena pemilu 2024 secara nasional memiliki peran serta sangat tinggi yang membuat nilai partisipasi sangat tinggi.

Ia menjelaskan berkaca Pilkada 2020 bahkan  2015, tingkat pemilih pemula cukup rendah. Sehingga menjadi tantangan  KPU bisa menggarap pemilih gen z dan milenial. "Tergantung melihat calon juga. Proses politik semakin seru pertarungan paling banyak penonton," jelasnya. 

 

John menampik, KPU tidak bergerak  bahkan ia menyatakan KPU aktif sekali. Pihaknya menyatakan sampai ke sekolah-sekolah melakukan sosialisasi. [*]

Editor : Hari Puspita
#KPUD Bali #PDIP Bali #gerindra #pemilu 2024 #Anies Muhaimin #Ganjar Mahfud #Prabowo Gibran