SINGARAJA, RadarBali.id -Nama Wayan Koster-Cok Ace dan Wayan Koster-Giri Prasta muncul di Bali utara. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buleleng mengusulkan dua nama Pasangan Calon (paslon) itu untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2024.
Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna mengatakan bahwa partainya mengadakan rapat internal pada Rabu (17/4/2024) di sekretariat partai, dengan agenda pembahasan pemetaan dan penjaringan Bakal Calon (bacalon) gubernur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati.
Dari hasil rapat tersebut, Supriatna mengatakan bahwa para pengurus partai sepakat mengajukan dua nama paslon untuk Pilgub Bali, yakni paket I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace), dan I Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri).
“Hasil rapat, secara umum para pengurus PDIP Buleleng sepakat mengusulkan nama Koster-Ace, juga ada beberapa pengurus yang mengusulkan nama Koster-Giri. Hasil itu sudah dibuatkan berita acara dan ditandatangani untuk disampaikan ke DPD PDIP Bali,” ujarnya ditemui usai rapat.
Selain pengusulan dua paslon itu, Supriatna juga mengatakan secara resmi PDIP Buleleng mengusulkan delapan nama kader-kadernya berdasarkan hasil penjaringan internal partai.
Nama-nama itu yakni I Nyoman Sutjidra (Wakil Ketua DPC PDIP & Wakil Bupati Buleleng periode 2012-2022), Gede Supriatna (Sekretaris DPC PDIP & Ketua DPRD Buleleng), Ketut Putra Sedana (Wakil Ketua DPC PDIP & Ketua BMI Buleleng), dan I Ketut Rochineng (Anggota DPRD Provinsi Bali dapil Buleleng).
Lalu ada juga nama I Gusti Ayu Aries Sujati (Anggota DPRD Provinsi Bali dapil Buleleng), Ketut Ngurah Arya (Bendahara DPC PDIP & Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng), I Kadek Setiawan (Anggota DPRD Provinsi Bali dapil Buleleng), dan Wayan Masdana (Anggota DPRD Buleleng).
“Nama-nama itu (untuk Pilkada Buleleng) sudah kami sepakati dari DPC PDIP Kabupaten Buleleng. Jadi kami hanya menjaring,nama-nama yang diusulkan saja. Kami usulkan satu-satu, tidak dalam bentuk paket,” lanjutnya.
Supriatna menjelaskan delapan nama itu akan dikirim ke DPD PDIP Bali untuk dilakukan survei, agar mengetahui elektabilitas sosok yang tertinggi, sehingga mendapatkan rekomendasi untuk bertarung merebut Buleleng 1 dan Buleleng 2.
Mengenai munculnya nama I Gusti Ayu Aries Sujati, salah satu tokoh perempuan dalam penjaringan, Supriatna tak mempermasalahkan aspirasi-aspirasi yang muncul. Karena kemunculan nama itu datang dari Pengurus Anak Cabang (PAC) dan pengurus DPC.
“Ya kebetulan itu (nama kader perempuan) yang muncul dari PAC dan DPC. Namanya juga kontestasi, buktinya bu Aries (I Gusti Ayu Aries Sujati) dimunculkan oleh teman-teman,” sambungnya.
Ia pun berharap tidak ada kader-kader tersebut yang melakukan deklarasi terlebih dahulu sebelum turunnya rekomendasi dari pimpinan pusat. Hal ini, lanjut Supriatna, sesuai dengan aturan yang benar di partai.
Salah satu kader yang masuk penjaringan, I Nyoman Sutjidra menjawab diplomatis mengenai kemunculan namanya bersama tujuh orang kader partai lainnya. Menurutnya, setiap kader PDIP Buleleng memiliki peluang dalam Pilkada Buleleng 2024.
“Setiap kader potensial untuk berpeluang dalam Pilkada Buleleng 2024, apalagi sudah ada penjaringan, itu kan dari bawah langsung,” singkatnya.
Ketut Putra Sedana atau Dokter Caput, yang juga masuk penjaringan, mengaku ia akan mengikuti alur yang ada seperti air mengalir. Jika diberikan kepercayaan, ia akan menjaga amanah yang diberikan kepadanya.
"Saya melihat, menjadi pemimpin daerah tidak gampang, tidak bisa modal ambisi saja, makanya banyak belajar di partai, bukan semata kejar jabatan. Kalau diberikan kepercayaan, akan saya jaga," ujarnya. [*]
Editor : Hari Puspita