DENPASAR,radarbali.id - Partai Demokrat adalah bagian dari Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM). Namun,ternyata ada tidak satu komando karena baru-baru ini DPC Demokrat Denpasar mennyatakan dukungannya untuk petahana wali kota dan Wakil Wali Kota Denpasar pada Pilwali 2024 mendatang.
IGN Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa diusung oleh PDI Perjuangan yang di luar dari partai koalisi KIM. Dikonfirmasi dengan Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta menjawab secara diplomatis.
Semua keputusan ada di DPP Demokrat. Sedangkan setiap DPC Kabupaten/kota Demokrat berhak menyampaikan aspirasi yang diakomodir oleh DPD Demokrat Provinsi Bali.
Baca Juga: Tim Korfball Bali Targetkan Medali Penuh di PON Aceh - Sumatera Utara
"Itulan bagian usulan DPC Denpasar tentu setiap aspirasi kami bahas di DPD kami laporkan ke DPP keputusan terakhir ada di DPP. Di koalisi juga rapat kemudian rapat-rapat level kabupaten/kota kami laporkan ke DPP," terang Mudarta.
Mudarta menegaskan rekomendasi calon bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota dan gubernur serta wakil gubernur dari DPP.
Meski Jumat lalu sudah menyatakan solid 11 partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) dukung Rai mantra dan De Gadjah dalam Pilgub tapi DPD Demokrat Bali masih menunggu keputusa DPP Demokrat. DPD Demokrat Provinsi hanya meneruskan saja tidak dalam kapasitas memutuskan.
Baca Juga: Pelajar SMP Terlibat Gangster Tetap Sekolah, KPAD Bali Tekankan Pendidikan Parenting
Bagaimana dengan dukungan Jaya-Wibawa dari DPC Demokrat Denpasar? Mudarta mengatakan sebatas aspirasi, tetapi yang memutuskan adalah DPP Demokrat.
Keputusan yang akan diambil oleh pengurus pusat dengan melihat dinamika politik serta survei bakal calon dan juga bagaimana peta nasional. "Semuanya akan diperhatikan," bebernya.
Sebelumnya Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) datang ke Bali , kata Mudarta tidak ada pembahasan politik khususnya pilkada. Kedatangan AHY murni untuk agenda sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) /Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).
"Beliau fokus menghadiri World Water Forum sama acara di kementerian. Kalau acara partai khusus, tapi intinya DPP memperhatikan hasil survei seperti tadi Pak Jokowi sebagai Presiden dan Pak Prabowo sebagai Presiden terpilih apa yang menjadi usulan aspirasi bawah itu tentu yang menjadi perhatian kan," jelasnya.
Mudarta menambahkan, jika aspirasi kuat serta partai kolisi kuat DPP Demokrat akan merestui bakal calon tersebut.
Partai Dmeokrat juga membuka penjaringan kepala daerah yang mendaftar tidak hanya dari kader tapi tokoh di luar partai.
Dalam memilih calon-calon kepala daerah Mudarta menekankan dari hasil survei sebagai cerminan keinginan masyarakat Bali.
"Kalau sudah cerminan keinginan masyarakat Bali di masing-masing tentu DPP memutuskan itu orangnya karena kami ingin menang juga kan," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan