DENPASAR, radarbali.id - Isu gonjang ganjing di Golkar Bali mengenai melanjutkan partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Bali yang sudah terbentuk saat Pilpres terus mencuat.
Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry mengatakan tugas DPD Golkar Provinsi adalah tegak lurus mengawal kemenangan pemerintahan Prabowo-Gibran dari pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota di seluruh Bali melalui KIM plus Masdem dan PKB.
Dijelaskan arahan Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Waketum Doli Kurnia Tanjung mengarahkan agar DPD Provinsi berkomunikasi dengan partai lain prioritas dengan KIM, kalau hal tersebut bisa diwujudkan, karena Golkar adalah berada di barisan KIM.
Baca Juga: Waduh! Dana Cekak, Pemprov Minta Bantuan Badung Perbaiki Jalan, Sepanjang 19,7 Belum Diperbaiki
"Sedangkan tugas KIM dari pusat sampai di daerah adalah memenangkan Prabowo-Gibran, bukan saja untuk memenangkan, tetapi juga mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran sampai di daerah, termasuk pilkada serentak," jelasnya.
Golkar Bali bersama parpol yang tergabung dalam KIM dan ditambah Nasdem dan PKB mewujudkan koalisi di provinsi maupun kabupaten dan kota pada 24 Mei 2024.
Kesepakatan KIM ditambah Nasdem dan PKB telah ditandatangani bersama, dan untuk selanjutnya 31 Mei 2024 dibahas dalam rapat pleno DPD Golkar Provinsi Bali, diperluas dengan ketua,sekretaris, OKK (Organisasi Kaderisaai dan Keanggotaan), dan Pemenangan dan Pemili (PP) kabupaten dan kota se-Bali. Keputusannya menyepakati koalisi dengan KIM ditambah Nasdem dan PKB serta berlaku linier.
Baca Juga: Sedeng, Nelayan Paruh Baya Dikabarkan Hilang di Perairan Selatan Uluwatu
"Keputusan dibuat dalam berita acara rapat dan ditandatangani peserta rapat, dan sudah dilaporkan kepada Ketua Umum DPP Golkar dengan tembusan Waketum Bidang Pemenangan. Kami telah melaksanakan keputusan sesuai dengan mekanisme partai di daerah, selanjutnya diputuskan Bapak Ketum, dan saya yakin beliau akan sangat mendengarkan aspirasi yang berkembang di daerah," beber Sugawa.
Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Bali menambahka Golkar Bali sangat siap menjelaskan kepada Ketua Umum Golkar Bali dan Wakil Ketua Umum Golkar apabila dipandang perlu penjelasan langsung dari Sugawa sebagai Ketua DPD Golkar Bali.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Koalisi Indonesia Maju (KIM) Provinsi Bali juga Ketua Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) menegaskan KIM sangat solid di Bali. Keberadaan KIM dikatakan untuk menatap pilkada serta mengawal program pemerintah dari pusat ke Bali.
"Dibentuk KIM untuk mengamankan linierisasi program pemerintah datang ke bali supaya tidak dirugikan masyarakat Bali. Kedua, memastikan pasangan cagub dan cawagub," jelasnya.
Dinyatakan kondisi ini masih cair, juga sedang digodok karena pendaftaran pasangan calon Pilkada masih jauh 28 Agustus, ia menyebutkan apa saja bisa terjadi. "Ketiga ya kenapa linierisasi ke bawah supaya program ke bawah," tegasnya.
De Gadjah menyebutkan, komunikasi dengan parpol sangat baik. Tidak ada keinginan melawan atau mengeroyok salah satu partai.
"KIM dengan pak koster juga baik. Komunikasi nasdem dan PKB baik. Seolah KIM? koalisi untuk memusuhi salah satu partai musuh bersama. Itu salah. Maksud saya saya kurang setuju statement itu," terangnya.
De Gadjah mengajak untuk bersatu, KIM terbuka dengan semua partai. Di lain sisi, partai yang sudah tergabung di KIM tidak bisa ditinggalkan karena telah berjuang dari awal.
"Tapi kami kan tidak bisa meninggalkan kawan yang kami ajak berjuang demi kepentingan Bali dan rakyat bali khusus bangsa indonesia pada umumnya. Tidak masalah. Apapun komentar kami hormati. Dengan statemen seperti itu mawas diri dan belajar," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan