Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tepis Isu Rapuh, KIM Plus di Bali Solid Menangkan Pilkada dan Kawal Program Pemerintah dari Pusat ke Daerah

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 6 Juni 2024 | 11:16 WIB

 

SOLID: Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama Ketua DPD Partai Golkar Bali Nyoman sugawa Korry (kanan) dan Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta (kiri) saat syukuran
SOLID: Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama Ketua DPD Partai Golkar Bali Nyoman sugawa Korry (kanan) dan Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta (kiri) saat syukuran

DENPASAR, radarbali.id - Isu gonjang ganjing di Golkar Bali  mengenai melanjutkan partai  Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Bali yang  sudah terbentuk saat Pilpres terus mencuat.

Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry mengatakan tugas DPD Golkar Provinsi  adalah tegak lurus mengawal kemenangan pemerintahan Prabowo-Gibran dari pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota di seluruh Bali melalui KIM plus Masdem dan PKB. 

Dijelaskan arahan Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Waketum Doli Kurnia Tanjung  mengarahkan agar DPD Provinsi berkomunikasi dengan partai lain prioritas dengan KIM, kalau hal tersebut bisa diwujudkan, karena Golkar adalah berada di barisan KIM. 

 Baca Juga: Waduh! Dana Cekak, Pemprov Minta Bantuan Badung Perbaiki Jalan, Sepanjang 19,7 Belum Diperbaiki

"Sedangkan tugas KIM dari pusat sampai di daerah adalah memenangkan Prabowo-Gibran, bukan saja untuk memenangkan, tetapi juga mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran sampai di daerah, termasuk pilkada serentak," jelasnya. 

Golkar Bali bersama parpol yang tergabung dalam KIM dan ditambah Nasdem dan PKB mewujudkan koalisi  di provinsi maupun kabupaten dan kota pada 24 Mei 2024.

Kesepakatan KIM ditambah Nasdem dan PKB telah ditandatangani bersama, dan untuk selanjutnya  31 Mei 2024 dibahas dalam rapat pleno DPD Golkar Provinsi Bali, diperluas dengan ketua,sekretaris, OKK (Organisasi Kaderisaai dan Keanggotaan), dan Pemenangan dan Pemili (PP)  kabupaten dan kota se-Bali. Keputusannya menyepakati koalisi dengan KIM ditambah Nasdem dan PKB serta berlaku linier. 

 Baca Juga: Sedeng, Nelayan Paruh Baya Dikabarkan Hilang di Perairan Selatan Uluwatu

"Keputusan dibuat dalam berita acara rapat dan ditandatangani peserta rapat, dan sudah dilaporkan kepada Ketua Umum DPP Golkar dengan tembusan Waketum Bidang Pemenangan. Kami telah melaksanakan keputusan sesuai dengan mekanisme partai di daerah, selanjutnya diputuskan Bapak Ketum, dan saya yakin beliau akan sangat mendengarkan aspirasi yang berkembang di daerah," beber Sugawa. 

Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Bali menambahka Golkar Bali sangat siap menjelaskan kepada Ketua Umum Golkar Bali dan Wakil Ketua Umum Golkar  apabila dipandang perlu penjelasan langsung dari Sugawa sebagai Ketua DPD Golkar Bali. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Koalisi Indonesia Maju (KIM)  Provinsi Bali juga Ketua Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) menegaskan KIM sangat solid di Bali. Keberadaan KIM dikatakan untuk menatap pilkada serta mengawal program pemerintah dari pusat ke Bali. 

"Dibentuk KIM untuk mengamankan linierisasi program pemerintah datang ke bali supaya tidak dirugikan masyarakat Bali. Kedua,  memastikan pasangan cagub dan cawagub," jelasnya. 

Dinyatakan kondisi ini masih cair, juga sedang digodok karena pendaftaran pasangan calon  Pilkada  masih jauh 28 Agustus, ia menyebutkan apa saja bisa terjadi. "Ketiga ya kenapa linierisasi ke bawah supaya program ke bawah," tegasnya. 

De Gadjah menyebutkan, komunikasi dengan parpol sangat baik. Tidak ada keinginan melawan  atau mengeroyok salah satu partai. 

"KIM dengan pak koster juga baik. Komunikasi nasdem dan PKB baik. Seolah KIM? koalisi untuk memusuhi salah satu partai musuh bersama. Itu salah. Maksud saya saya kurang setuju statement itu," terangnya. 

De Gadjah mengajak untuk bersatu, KIM terbuka dengan semua partai. Di lain sisi, partai yang sudah tergabung di KIM tidak bisa ditinggalkan karena telah berjuang dari awal.

"Tapi kami  kan tidak bisa meninggalkan kawan yang kami ajak berjuang demi kepentingan Bali dan  rakyat bali khusus bangsa indonesia pada umumnya. Tidak masalah. Apapun komentar kami hormati. Dengan statemen seperti itu mawas diri dan belajar," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#pilkada serentak #kim #golkar bali #KIM plus #koalisi indonesia maju