Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Paket Giri – Mulia Mencuat, Nasdem Tunggu Keputusan DPP Soal Rekom Pilgub Bali, Ada Nama Koster Agus Dei Beralasan Begini

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 16 Juni 2024 | 11:39 WIB

 

MENUNGGU: Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Nasdem Bali Agus Dei
MENUNGGU: Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Nasdem Bali Agus Dei

DENPASAR, radarbali.id - Ibarat tiupan angin, eskalasi politik di Bali jelang Pilkada Serentak 2024 agaknya masih dinamis. Pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali memang masih beberapa bulan lagi. Sejauh inibelum ada nama-nama yang muncul melawan kubu PDI Perjuangan Bali yang secara bulat mengusul Wayan Koster (cagub) dan Giri Prasta dan Cok Ace (cawagub).

Sebelumnya dari Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus mengusung Mantra-Mulia, tapi juga ada isu paket Giri-Mulia yang mulai bertiup. Sementara nama Mantra mulai redup. Konon karena tak di izin keluarga besarnya.

Dikonfirmasi Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Nasdem Bali Agus Dei menyatakan  belum mendengar informasi mengenai rekomendasi calon dari Nasdem. Karena  mengenai rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur dari Nasdem masih menunggu keputusan Surya Paloh.

"Sepengetahuan saya sebagai kader pengurus DPW Nasdem satu pintu semua nama calon masuk calon bupati dan gubernur yang menentukan Surya Paloh Ketua Umum kami," jelasnya.

Pihaknya menyatakan sebelum ada surat rekomendasi yang keluar, nama-nama yang berseliweran belum bisa dipercaya. Agus menegaskan keputusan akhir akan dikeluarkan oleg Ketua Umum Partai Nasdem. 

Kendati demikian, perihal dukungan berapa kader Nasdem lebih condong mendukung Wayan Koster, kata Agus itu wajar dan rasional. Hal itu dikarenakan melihat kinerja sebelumnya diakui Koster layak memimpin dua periode.

"Apalagi Pak Koster begitu dilantik Covid-19 menyerang. Masuk 2021 siuman tahun 2022 baru membangun ketika baru 1,5 sudah selesai masa jabatannya," jelasnya. 

Menurut Agus, kekalahan PDIP saat pilpres di Bali tidak bisa menjadi tolok ukur PDIP keok. Karena ketika pilkada PDIP Perjuangan bersatu menang. Selain itu perolehan kursi dewan masih didominasi PDIP.

"Yang terakhir karakteristik daerah saya pribadi sangat mendukung kalau bicara Bali ya PDIP. Bicara Jawa Barat PKS kalau Jawa Timur PKB. Karakteristik daerah harus dijaga mencerminkan kekuatan daerah tersebut,"beber pria yang juga akademisi ini.***

Editor : M.Ridwan
#nasdem bali #pilgub bali #koster #pilkada serentak 2024 #giri prasta