Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Siapkan Kenyamanan Seluruh Warga, KPUD Buleleng Coklit Pemilih Disabilitas

Francelino Junior • Kamis, 27 Juni 2024 | 03:20 WIB
TUNTASKAN COKLIT: Pantarlih saat melakukan coklit kepada salah satu pemilih penyandang disabilitas di Desa Baktiseraga.(francelino junior/radar bali)
TUNTASKAN COKLIT: Pantarlih saat melakukan coklit kepada salah satu pemilih penyandang disabilitas di Desa Baktiseraga.(francelino junior/radar bali)

SINGARAJA, RadarBali.id-Pasca pelantikan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Buleleng mulai melakukan tahapan pemutakhiran data pemilih dengan Pencocokan dan Penelitian (Coklit). Pada Selasa (25/6), Pantarlih melakukan coklit bagi pemilih disabilitas.

Dari pantauan Radar Bali, pantarlih melakukan coklit di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Berdasarkan data Pemerintah Desa Baktiseraga, ada 15 orang warga yang berstatus penyandang disabilitas.

Pantarlih awalnya mendatangi Ketut Dana untuk dilakukan coklit. Saat petugas datang ke sana, ternyata Dana tidak berada di lokasi.

Akhirnya Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS), Gede Astawa menjemput yang bersangkutan dan membawanya ke rumah.

Dana diketahui sebagai penyandang disabilitas fisik. Ia saat berjalan juga menggunakan tongkat. Dana diketahui pemilih yang terdaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Dusun Bangkang, Desa Baktiseraga.

Usai melakukan coklit bagi Dana, pantarlih lalu melakukan coklit ke Putu Widiasa. Pemandangan sederhana terlihat di rumahnya, tembok rumahnya didominasi batako serta bedeng.

Widiasa diketahui menjadi penyandang disabilitas lantaran kecelakaan yang dialaminya, hingga membuatnya harus menjalani amputasi pada kaki. Ternyata hal ini membuatnya tidak bisa mengikuti tahapan pencoblosan di TPS 3 Dusun Tista.

“Saat pemilu tidak nyoblos, tidak bisa ke TPS. Kalau dijemput motor oleh KPPS bisa,” ujarnya ditemui usai coklit.

Sementara itu, Ketua PPS Desa Baktiseraga, Gede Astawa mengatakan bila salah satu dari penyandang disabilitas yang ada di wilayahnya ini, sempat tidak hadir saat Pemilu 2024 lalu. Pihaknya pun mengimbau agar yang bersangkutan bisa datang ke TPS.

Katanya, dari 15 penyandang disabilitas di Desa Baktiseraga rata-rata mengalami disabilitas fisik, ada juga yang disabilitas mental.

“Ada penyandang disabilitas yang alasanya tidak bisa ketemu orang banyak, karena ada kelainan. Harapan kami bisa coblos di TPS,” kata Astawa.

Terpisah, Ketua KPUD Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengatakan tahapan coklit berlangsung selama satu bulan, yakni dari tanggal 24 Juni sampai 24 Juli. Coklit hari kedua memang ditujukan kepada pemilih penyandang disabilitas, sedangkan hari pertama ditujukan kepada tokoh masyarakat.

Dudhi mengatakan, tujuan melakukan coklit lebih awal kepada pemilih penyandang disabilitas, agar KPPS dapat menyesuaikan kebutuhan di TPS saat pemungutan suara nantinya.

Seperti pembuatan TPS yang ramah untuk disabilitas, juga penyiapan alat peraga bagi mereka, agar mudah dalam menyalurkan hak pilihnya.

“Iya, jadi prioritas. Agar kami miliki data yang valid dan kami bisa siapkan kebutuhan yang sesuai saat pemungutan suara. Sehingga kaum disabilitas terlayani dengan baik,” ujarnya ditemui di Kantor KPUD Buleleng pada Selasa (25/6/2024) siang.

Dudhi menjelaskan bila KPPS memiliki standar dalam melakukan tugasnya saat pencoblosan berlangsung, utamanya kepada para pemilih penyandang disabilitas. Namun untuk itu, Dudhi menginstruksikan kepada KPPS agar membantu disabilitas dalam menyalurkan hak politiknya.

 

“Kami harapkan kembali partisipasi teman-teman disabilitas menjadi meningkat pada Pilkada Buleleng,” tandasnya.

Berdasarkan data dari KPUD Buleleng, jumlah pemilih disabilitas pada Pemilu 2024 lalu tercatat sebanyak 3.181 orang. Mereka diketahui terbagi atas enam kategori disabilitas, yakni disabilitas fisik (1.378 orang), disabilitas intelektual (124 orang), dan disabilitas mental (703 orang).

Kemudian disabilitas sensorik wicara (375 orang), disabilitas sensorik rungu (185 orang), dan disabilitas sensorik netra (416 orang). [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pilkada #coklit #buleleng