DENPASAR, Radarbali.id- Pendaftaran pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 semakin dekat. Pasangan calon belum ditetapkan oleh induk partai. Partai di tingkat daerah Bali masih menunggu survei dan keputusan DPP. Koalisi Indonesia Maju (KIM) klaim masih solid walau ada riak-riak dan kegaduhan.
Diwawancarai dengan Ketua DPD Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry saat ini tahapan masih survei pertama dan kedua. Khusus di Jembrana semenjak membelotnya I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) memilih berpasangan dengan Kembang, Golkar mengusulkan Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana.
“Jembrana Wakil Golkar. Kami sodorkan Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana. Calon bupati dari Demokrat,’ jelasnya ditemui kemarin di Kantor Golkar Bali usai lakukan rapat koordinasi dengan bakal calon kepala daerah, (19/7).
Setali tiga uang dengan Sugawa, di Jembrana Demokrat mengusung pasangan calon I Nengah Tamba dengan I Made Suardana. Katanya itu sudah menjadi kesepakatan Partai Golkar, Nasdem dan Gerindra setelah Ipat bermanuver memilih tidak berpasangan dengan Tamba.
Made Mudarta menambahkan, bakal calon kepala daerah yang dipilih sudah dipastikan memiliki elektabilitas yang tinggi dan juga logistik yang cukup. Termasuk juga di Denpasar, meski ada dari kader Demokrat menginginkan maju sebagai bakal calon wakil wali kota.
Di lain sisi ada dari KIM mengusulkan Gede Ngurah Ambara dan I Nengah Yasa Adi Susanto. Pria asal Jembrana ini menyatakan akan melihat hasil survei. “Kami lihat surveinya di kalau misalnya di bawah 5 persen dan pilkada sudah mendesak. Jangan memaksakan karena Demokrat apa harapan itu diperjuangkan,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera