DENPASAR, Radarbali.id- Suhu politik di Provinsi Bali semakin hangat menjelang pemilihan kepala daerah Provinsi Bali dan pemilihan kepala daerah. Isu pembangunan bandara di Bali Utara selalu santer terdengar dan menjadi jualan politik.
Pandangan berbeda dari Ni Luh Djelantik sebagai Anggota DPD RI terpilih 2024-2029 urgensi pembangunan bandara tidak perlu. Pemerintah harus lebih dulu membahagiakan masyarakatnya ketimbang memikirkan pembangunan bandara.
Politisi asal Buleleng ini meminta lebih baik dibangun konektivitas jalan yang mumpuni untuk kemudahan akses. Jalan yang menghubungkan ujung Gilimanuk, ujung ke Buleleng hingga ujung Badung atau ke ujung Karangasem.
“Dari sekian jalan bisa diakses dan dibuat pusat-pusat perekonomian rakyat. Kalau di kecamatan Sawan sepanjang kecamatan Sawan apa pun potensinya dia kan secara adat, tradisi dan ekonomi dia punya muara,” jelasnya.
Nah, disinggung mengenai calon-calon yang akan maju di pemilihan kepala daerah, Ni Luh Djelantik akui banyak yang memintanya maju di kontestasi pilkada. Baik dari partai politik maupun komponen masyarakat. Hanya saja ia menolak, menurutnya ingin berjuang untuk Bali lewat DPD RI.
Katanya ada hal yang lebih besar diperjuangkan. ”Karena banyak PR sebagai masyarakat. Aturan yang diperjuangkan di pusat harus yang mewakilkan masyarakat Bali harus bisa diplomasi tidak hanya sekadar berani,” bebernya.
Pihaknya ingin fokus di DPD RI karena Bali sangat penting maka ia memutuskan di DPD RI. Sebagai senator juga bisa bekerja sama dengan kepala daerah.
Ni Luh Djelantik berharap kepala daerah yang terpilih bisa menjalankan perannya dan paham kewajibannya yaitu melayani masyarakat. ”Jadi memimpin melayani, kalau tidak bisa melayani tidak akan bisa memimpin,” imbuhnya.***
Editor : Made Dwija Putera