Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Muktamar PKB Kembali Digelar di Bali, Cak Imin Disebut Masih Kandidat Kuat, PBNU Tak Diundang, Begini Alasannya

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 12 Agustus 2024 | 14:30 WIB

 

PERCEPAT: Ketua OC Muktamar PKB Cucun Ahmad Syamsurijal (pegang mic) saat ditemui di Nusa Dua (11/8/2024)
PERCEPAT: Ketua OC Muktamar PKB Cucun Ahmad Syamsurijal (pegang mic) saat ditemui di Nusa Dua (11/8/2024)

MANGUPURA, radarbali.id - Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan diselenggarakan kembali di Bali pada 24-25 Agustus di Nusa Dua. Muktamar adalah pertemuan besar setiap lima tahun sekali untuk pemilihan ketua umum.

Mengenai bursa ketua umum, Muhaimin Iskandar masih menguat dan tidak akan tergeser.   Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal enggan membeberkan siapa yang akan terpilih menjadi ketua umum.

Namun, sinyal Cak Imin kembali menahkodai PKB  tampak terlihat jelas. Dari pemaparan cucun  memuji kepemimpinan Cak Imin karena melihat hasil pemilihan legislatif (pileg) 2024, perolehan kursi dewan meningkat baik di pusat maupun DPRD  kabupaten/kota. 

Untuk DPR RI sebelumnya 58 menjadi 68,  di Provinsi  bertambah 40  kursi kabupaten/kota bertambah 280 kursi. Dikatakan faktor kerja keras dan soliditas di bawah komando Cak Imin. 

”Itu di bawah soliditas komando Nakhoda Gus Imin. Itu jelas berhasil berikan prestasi. Bursa ketua umum sudah semua DPW dan DPC sudah mengantongi nama yang akan disampaikan ke muktamar. Forum DPW dan DPC akan menentukan (aklamasi Cak Imin) di pandangan umum. Kalau dikasih bocor tidak kejutan,"”jelasnya saat ditemui di Nusa Dua kemarin (11/8). 

Jumlah peserta resmi  yang akan hadir muktamar PKB sebanyak 2.700 dari utusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB, DPC PKB dan dewan syuro. 

Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto juga diundang dalam acara tersebut.  Muktamar akan digelar meriah karena bentuk aspirasi untuk para kader berkat kinerjanya dapat meningkatkan jumlah kursi. Hal itu menjadi alasan muktamar digelar di Bali supaya kader  PKB bisa liburan di Bali. 

”Kenaikan kursi  di DPR dan DPRD cukup luar biasa. Dari ujung Sabang sampai Merauke mendapatkan kenaikan. Yang belum mendapatkan kursi sekarang dapat kursi," ucap Cucun yang juga Ketua OC (Organizing Committee)  Muktamar PKB. 

Agenda muktamar sesuai mekanismenya pemilihan ketua umum dan pengesahan terkait program. Juga dibahas agenda terdekat pemilihan kepala daerah dan  menyongsong Pemilu 2029.  Disinggung mengenai kekisruhan PKB dengan NU (Nahdlatul Ulama), Cucun menyatakan tidak ada hubungan muktamar dengan NU.

Katanya, muktamar ini bagian dari agenda politik tidak berkaitan dan tidak berpengaruh dengan ormas. Dipastikan juga PKB tidak mengundang PBNU.  Seperti diketahui secara histori PKB adalah 'anak kandung' PBNU.

”Kami di PKB sesuai by law, mengacu Undang-Undang Partai Politik yang mengatur. Bicara relasi segala macam kalau ormas ada undang-undang yang mengatur. Tidak ada kaitan ormas dengan partai politik. Yang dibahas agenda politik bukan ormas,” jelasnya. 

Cucun juga menampik, adanya percepatan muktamar dikarenakan konflik yang memanas antara PBNU dan PKB Dikatakan sesuai jadwal agenda tahun 2024, PKB menggelar pertemuan tertinggi untuk pemilihan ketua umum.

Politisi asal Jawa Barat ini menegaskan tidak ada konflik di tubuh partai. Ia mengklaim PKB utuh dan solid. ”Kalau ada pihak luar kami abaikan saja tidak ada urusan dengan PKB,”terangnya. 

 Baca Juga: Bawa senjata tajam 3 Pria Terancam Pidana UU Darurat, Tilang Puluhan Motor

Dalam muktamar nanti PKB tidak akan mengundang bakal calon kepala daerah. Dalam pembukaan mengundang jajaran pembantu presiden berkaitan  partai politik, menteri internal dari PKB dan  pimpinan partai politik termasuk PDI Perjuangan.

Bagaimana dukungan PKB untuk kepala daerah khususnya Jakarta. Cucun enggan berkomentar ia tegaskan fokus pelaksanaan muktamar. "Nanti akan publish 18 Agustus semua menyampaikan B1 KWK di Jakarta (calon yang diusung PKB)," jelasnya. ***

Editor : M.Ridwan
#pkb #Partai Kebangkitan Bangsa #muktamar #PBNU #radarbali