AMLAPURA, Radar Bali.id- Tak hanya I Nyoman Winata, sejumlah dewan yang gagal terpilih juga merapatkan barisan untuk mendukung bakal pasangan calon (Bapaslon) I Gusti Putu Parwata-Pandu Prapanca Lagosa (GP).
Bahkan mantan anggota dewan tersebut sempat melakukan pertemuan di kediaman I Gusti Made Tusan yang berada di Kelurahan Subagan belum lama ini.
Sejumlah mantan anggota dewan tersebut yakni Wayan Tama, I Ketut Badra dan I Komang Sartika dari fraksi Golkar, kemudian dari Nasdem yakni I Made Juita, I Wayan Suarjana, I Nyoman Karta Arianta dan I Gusti Putu Aryawan.
Baca Juga: Ada Tiga Tokoh Asal Abang Berebut Pangaruh Menangkan Pilkada Karangasem
Sementara dari fraksi Gerindra yakni I Wayan Latra, dari Partai Hanura I Nyoman Budi dan I Nyoman Dwi, dari PKS Haji Marjuhin dan dari Perindo, Eka Ade.
Mantan anggota dewan lintas partai itu kompak menyatakan dukungan ke paket GP.
I Nyoman Winata dalam tanggapannya mengatakan, usai resmi mengundurkan diri dari PDIP, ia mengatakan semua orang memiliki hak politik.
Menurutnya, dengan bergabungnya sejumlah mantan anggota dewan yang gagal lolos pada Pileg Februari lalu merupakan momentum yang sangat bagus saat Pilkada ini. ”Kami sama-sama menyamakan persepsi, one comando, untuk mendukung GP,” ucap Winata.
Dia menambahkan, persepsi yang sama dirasakan oleh barisan mantan anggota dewan ini yakni tidak ada keharmonisan antara eksekutif dengan legislatif.
Terutama saat pembahasan APBD yang sempat terjadi deadlock beberapa waktu lalu. ”Kami melihat tidak sejalan. Anggota dewan ini kan memiliki pokir yang datang dari aspirasi masyarakat. Itu kan harus didanai APBD, nah itu tidak diakomodir. Sehingga terjadi ketidak harmonisan itu,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita