DENPASAR, Radarbali.id- Bakal Calon Gubernur Wayan Koster jarang tampil di publik bersama pasangannya, I Nyoman Giri Prasta. Santer isu tidak akur, karena kawin paksa. Hal itu dibantah oleh Wayan Koster saat ditemui Jumat lalu (13/9/2024).
Koster mengaku, dengan waktu yang sedikit sekitar 2 bulan, harus berbagi tugas untuk datang ke desa-desa di Bali . Sedangkan, jumlah desa ada 716, harapannya bisa dikunjungi. Katanya, sudah ada kesepakatan ia dengan tim pemenangan terkait strategi yang telah disusun. Sedangkan banyak wilayah yang harus dijangkau dalam waktu terbatas. ”Nanti pasti ada jadwal turun bersama-sama. Kami harus berbagai tugas. Memetakan di mana saya turun, di mana Pak Giri turun,” ucapnya.
Ia menilai dengan berbagi tugas, pesan tersampaikan ke masyarakat. Dalam waktu dekat juga sudah ada jadwal akan bersama untuk bertemu masyarakat. Koster mengamini, memang harus ada momen-momen berdua terutama pada acara penting melibatkan pasangan calon.”Iya, pada saat masa kampanye pasti itu akan jalan di titik-titik tertentu,” ujarnya.
Baca Juga: Saat Koster Ditanya tentang Prabowo : Kepala Daerah Wajib Satu Komando dengan Presiden Terpilih
Koster membantah ada isu, ia dipasangkan dengan Giri Prasta merupakan hasil ”kawin paksa’. Juga banyak yang menghembuskan kabar Koster dan Giri hubungannya tidak baik. Pihaknya, menegaskan berkomitmen jalankan keputusan DPP PDIP apa pun hasilnya. ”Tidak ada (kawin paksa), begitu partai memutuskan ya semua taat dan loyal kepada DPP partai. Pak Giri sudah menunjukkan komitmennya. Sejak awal beliau sudah menyampaikan bahwa ‘saya akan taat pada keputusan Ketua Umum Ibu Megawati,” tegasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera