Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Golkar Bali Resmi Pecat Ipat Sebagai Pengurus Wakil DPD Jembrana, Minta Kader yang Lain Tidak Main Begini

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 1 Oktober 2024 | 10:40 WIB

 

JANGAN DUA KAKI: Sekretaris Partai Golkar Bali I Made Dauh Wijana (paling kiri) saat mengumumkan pemecatan Ipat
JANGAN DUA KAKI: Sekretaris Partai Golkar Bali I Made Dauh Wijana (paling kiri) saat mengumumkan pemecatan Ipat

DENPASAR, radarbali.id  Pengurus DPD Golkar Provinsi Bali  resmi menghentikan I Gede Ngurah Patriana alias Ipat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jembrana sejak kemarin (30/9/2024).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali I Made Dauh Wijana didampingi Wakil Ketua OKK Golkar Bali Dewa Suamba Negara Negara dan didampingi pengurus DPD Golkar Bali lainnya di Kantor Golkar Bali Jalan Surapati, Denpasar. 

Dauh Wijana mengatakan, Ipat terbukti melanggar dan membelot mendaftar pemilihan bupati (pilbup) Jembrana berpasangan dengan Made Kembang Hartawan dari PDIP, bukan dengan I Nengah Tamba.

Padahal kesepakatan partai Ipat dipasangkan dengan Tamba.”Diberhentikan sebagai pengurus, pemecatan kewenangan DPP. Permasalahan tidak taat AD/ART ya sudah. Adanya laporan dari DPD Golkar Jembrana,”kata Dauh WIjana. 

Lebih lanjut dikatakan, DPD Golkar Bali hanya berwenang  menghentikan sebagai pengurus. Selanjutnya, pemecatan sebagai anggota telah diusulkan ke DPP Golkar tinggal menunggu keputusan pusat.   

Ketegasan ini tidak hanya untuk Ipat, tapi juga kader Golkar yang lain. Jika terbukti mbalelo, tidak mendukung calon yang diusung Golkar juga akan bernasib sama seperti Ipat.

Ditegaskan demi mengamankan paslon yang direkomendasikan di pilkada, Golkar lakukan monitoring untuk kader Internal, kalau bertentangan dengan prinsip partai beringin ini PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tercela) siap-siap akan diusulkan dipecat. 

“Kalau  ada pelanggaran PDLT berupa gambar dan video baik diminta dan tidak diminta, tapi tetap prinsipnya melaporkan dengan bukti gambar dan video,” jelas Dauh Wijana. 

Berkaitan dengan Ipat, sebelumnya Mantan Wakil Bupati Jembrana ini telah dipanggil, namun tidak hadir. Pelanggarannya ditegaskan karena  bermanuver. Ia mencalonkan di pilkada Jembrana dengan Made Kembang, padahal Golkar sudah mengusung dengan berpasangan dengan I Nengah Tamba.

”Kami sudah undang klarifikasi, tapi tidak hadir. Ia kan mendaftar jadi calon, padahal DPP sudah memutuskan diusulkan Tamba Ipat, faktanya sudah jelas,”tegas Wijana. 

Wijana menegaskan, Golkar jamin  totalitas  memenangkan pasangan calon yang diusung, maka ia meminta para kader tunduk dan ikuti aturan DPP Golkar. Tidak ada yang mbalelo atau bermain dua kaki.

”Berkaitan pilkada baik provinsi atau kabupaten/kota, sudah keinginan kami  pilkada serentak menjadi kemenangan, apa yang dilakukan tidak ada keraguan seluruh rekomendasi untuk cakada. tidak ada istilahnya dua kaki. kerja maksimal,” tandas Dauh Wijana.***

Editor : M.Ridwan
#ipat #golkar bali #dipecat #I Gede Ngurah Patriana Krisna