DENPASAR, radarbali.id - Empat mantan bupati di Bali menyatakan siap all out bekerja keras akan memenangkan paket Koster-Giri. Keempat mantan Bupati yang melegenda dan tidak bisa diragukan lagi ketokohannya adalah mantan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, serta tiga mantan Bupati Jembrana yakni Ida Bagus Indugosa, I Gede Winasa dan I Putu Artha.
Keempat mantan bupati di Bali ini sudah menyatakan jika mereka akan bekerja keras untuk memenangkan paket Koster-Giri. Suwirta sendiri adalah bupati dua periode di Kabupaten Klungkung. Di bawa kepemimpinan Suwirta, wajah pariwisata di Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan berubah drastis.
Kini tiga pulau penyanggah Bali itu betul-betul merasakan perubahan yang drastis. Cita-cita Suwirta untuk mengubah wajah destinasi wisata di Nusa Penida ini diperkuat dan dilengkapi dengan kepemimpinan Wayan Koster di periode pertama.
Koster membangun banyak infrastruktur besar seperti dermaga dan pelabuhan di Sanur, Sampalan, Bias Munjul dan Nusa Ceningan. Kini ribuan turis bisa menyeberang ke Nusa Penida dengan aman dan nyaman.
Suwirta juga adalah orang yang paling getol berbicara soal PKB Klungkung yang digagas oleh Koster di periode pertama. Pengaruh I Nyoman Suwirta sangat kuat di Klungkung untuk memenangkan Koster-Giri.
Sosok Bupati Klungkung dua periode I Nyoman Suwirta dianggap sangat berpengaruh untuk bisa memenangkan Koster-Giri dan Cabup Nomor 2 Made Satria dan Tjok Surya (Satriya). "Daya pengaruh Suwirta sangat kuat di Klungkung untuk memenangkan Koster-Giri.
Di sisi lain, Koster-Giri juga sudah banyak berbuat untuk Klungkung, seperti akan bangun Pusat Kebudayaan Bali (PKB) dan pelabuhan Segitiga Emas Sanur, Nusa Penida, dan Sampalan," ujar Gede Swastika, warga Banjarangkan Klungkung.
Dia mengatakan Suwirta tak hanya berjuang untuk kemenangan di Klungkung. Melainkan wilayah Karangasem juga akan mendukung Koster-Giri jika Suwirta turun untuk mensosialisasikan di sana.
"Warga Karangasem banyak di bantu Suwirta saat erupsi Gunung Agung, jadi sebagian Karangasem akan mendukung Koster-Giri, " katanya.
Sementara itu, Nyoman Suwirta yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan Paslon Cabup Klungkung Satriya mengatakan semoga kedamaian datang dari seluruh penjuru bagi Koster-Giri dan Satriya
"Saya akan kerahkan full tim, kerahkan semua sumber daya yang ada untuk memenangkan Koster-Giri. Saya akan meyakinkan semua krama Bali di Klungkung untuk memenangkan paket Koster-Giri," ujarnya.
Sama seperti di Klungkung, tiga mantan bupati di Jembrana Bali juga all out dukung paket Koster-Giri. Mereka hadir langsung saat kampanye terbuka tahap pertama di Kecamatan Melaya Jembrana, Selasa (8/10/2024).
Gede Winasa ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Bang-Ipat di Jembrana. Dalam kesempatan itu, ia menargetkan kemenangan 60 persen bagi Koster-Giri dan Bang Ipat
"Koster-Giri dan Bang-Ipat didukung langsung tiga mantan Bupati, yakni Ida Bagus Indugosa, I Gede Winasa dan I Putu Artha. Dukungan ini tidak main main. Kami juga didukung sejumlah partai pengusung yang luar biasa. Ini yang meyakinkan Koster-Giri dan Bang Ipat akan memenangkan pilkada serentak, " kata calon Bupati Jembrana Nomor 2 Made Kembang.
Tampak hadir dalam kampanye tersebut, pengurus PDI-P Bali dan Jembrana, anggota DPRD Jembrana dan Bali, partai pengusul dan pendukung, relawan, ketua tim pemenangan Koster-Giri, Alit Kelakan, tokoh-tokoh masyarakat Melaya dan ribuan warga se kecamatan Melaya Jembrana.
Sebelum menuju ke lokasi kampanye, Koster-Giri singgahi kediaman Bupati Jembrana 2010-2020 I Putu Artha. Di sana telah menunggu kelurga besar Putu Artha dan juga keluarga besar Winasa serta paslon Bang-Ipat
Dari lokasi ini, mereka bertolak bersama-sama menuju venue kampanye. Tiba di sana, ribuan warga antusias menyambut.
Winasa begitu dinantikan warga. Mereka antusias dan berharap pada Koster-Giri dan Bang Ipat agar melanjutkan semua program-program Winasa, seperti sekolah gratis, kesehatan gratis, jaminan sosial, infrastruktur, dan lainnya.
Kampanye di Kabupaten Jembrana berlangsung di tiga lokasi. Pertama di Kecamatan Melaya, kecamatan Jembrana dan Negara serta kecamatan Mendoyo dan Pekutatan.***
Editor : M.Ridwan