Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pembangunan Bandara Bali Utara, Pastika Tegaskan Warga Bali Tak Akan Jadi Penonton

Marsellus Pampur • Jumat, 15 November 2024 | 20:38 WIB

Para pelingsir Puri Sejebag Bali, Mangku Pastika dan pihak PT BIBU Panji Sakti di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar.
Para pelingsir Puri Sejebag Bali, Mangku Pastika dan pihak PT BIBU Panji Sakti di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar.
Foto Para pelingsir Puri Sejebag Bali, Mangku Pastika dan pihak PT BIBU Panji Sakti di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar.

GIANYAR, radarbali.jawapos.com -Jika nanti jadi dibangun, Bandara Bali Utara disebutkan akan menggunakan fasilitas dan teknologi canggih.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Paiketan Puri Sejebag Bali Ida Dalem Semara Putra, di Puri Ageng Blahbatub, Gianyar.

Menurutnya dari awal, para pelingsir Puri sejebag Bali sudah mengusulkan agar PT Bandara Internasional Bali Utara Panji Sakti membangun bandara itu tanpa merusak atau mempengaruhi sejumlah situs keramat dan bersejarah yang sudah ada.

Pembangunan ini juga tak akan menggusur pemukiman penduduk. Sehingga lembanguna bandara itu akan dilakukan di atas laut.

”Operasional bandara juga akan menggunakan teknolgi tercanggi dan belum ada di Indonesia. Sehingga kami sangat senang karena Bali akan memulai mengenalkan teknologi tercanggih.

Kami berharap pembangunan bandara Bali Utara tidak akan mengganggu kelestarian adat dan budaya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pengelingsir Puri Ageng Blahbatuh Anak Agung Kakarsana mengatakan bahwa pembangunan bandara di atas laut ini nantinya juga akan menguntungkan para nelayan di Bali dan se-nusantara. Di mana nantinya bandara di atas laut ini juga bisa menjadi pusat transaksi hasil laut.

”Kita juga bisa terkoneksi dengan seluruh nelayan tidak hanya di Bali tapi seluruh Nusantara. Seapland akan menjemput hasil laut kita seluruh tanah air.

Jadi airport ini juga akan dibangun sebagai bis perdagangan laut nusantara. Kita akan buat domestik cargo untuk menampung hasil laut, kita akan buat service packingnya sehingga jauh lebih efisien," ujarnya. 

Selain itu, bandara di atas laut itu juga akan menyediakan sejumlah fasilitas yang memukau. Di mana nantinya akan dibangun juga fasilitas terminal hingga restoran di bawah laut. Sehingga para penggunna bandara juga bisa mendapatkan pengalaman yang mengesankan. 

Sementara itu, mantan gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyebut bahwa pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini seperti mimpi yang akhirnya terwujud. Apalagi Presiden Prabowo jaga sudah memberikan sinyal bahwa pembangunan bandara tersebut akan segera terealisasi.

”Dulu ini mimpi untuk punya bandara di buleleng. Sejak saya jadi Kapolda di Bali saya melihat apa yang akan terjadi di Bali jika pusat hanya di Bali Selatan.

Bukan karena saya orang Buleleng, tapi ini akan membawa masalah besar ke depan. Bali pulaunya kecil, harus ada penyeimbangan ini, hanya dengan infrastruktur," ujar Mangku Pastika.

Dulu saat dirinya masih menjabat sebagai gubernur Bali, sudah ada study khusus yang dilakukan oleh ahli dari India terkait lokasi pembangunan bandara tersebut.

Sehingga akhirnya ditetapkan bahwa Kubutambahan Buleleng menjadi lokasi yang tepat. Pastika juga menegaskan bahwa orang Bali tak akan hanya menjadi penonton saja jika pembangunan ini terealisasi.

Pastika menegaskan, bahwa pariwisata Bali diperuntukan untuk orang Bali. Bukan untuk orang lain atau juga untuk investor. Sehingga orang Bali menurut dia perlu dipersiapkan untuk menjadi pelaku dan penikmat utama dari pembangunan tersebut.

”Ada yang bilang orang bali akan jadi penonton. Kata siapa? Mari kita persiapkan orangnya mulai hari ini. Jangan bengong. Lalau bengong, ya akan jadi penonton. Saya yakin kita orang bali pintar-pintar. Dan kita terkenal jujur. Masa kita tidak bisa mengelola itu," tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Bandara Internasional Bali Utara Panji Sakti, Irwan Erwanto mengatakan pembangunan Bandara Bali Utara ini bukan lagi sekadar wacana.

Ini adlaah sebuah keniscayaan meski sebelumnya hanya menjadi obyek wacana saja selama kurang lebih 9 tahun berlalu. Pihaknya juga sudah melakukan sejumlah kajian, termasuk AMDAL.

Bahkan dia menyebut pihaknya sudah bekerja dengan tiga universitas ternama di Bali untuk menyiapkan para calon pekerja nantinya.

”Kami menyiapkan kursus-kursus. Jadi tidak ada warga Bali yang tak dapat pekerjaan. Jadi, kami sudah studi, AMDAL sudah selesai, semuanya sudah selesai," sambungnya. 

Bahkan pembangunan bandara ini juga telah melibatkan salah satu perusahaan dari China yang menginvestasikan dananya senilai USD 3 miliar. PT BIBU Panji Sakti secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan ChangYe Construction Group pada 8 November 2024 di Kantor KBRI Beijing. (mar)

Editor : Rosihan Anwar