DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Dalam hitungan hari seluruh masyarakat mengikuti Pilkada serentak yang dilaksanakan pada 27 November 2024. Tentu mulai dari pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, Walikota-Wakil Walikota/Bupati-Wakil Bupati.
Sesuai dengan indeks potensi kerawanan pilkada dari Bawaslu dan Mabes Polri, Bali masuk kategori rawan sedang.
Namun demi mengantisipasi adanya gesekan, sistem pengamanan telah matang dipersiapkan Polda Bali. Pun seluruh lapisan masyarakat, termasuk para simpatisan dan pendukung Bacalon, tetap jaga situasi Kamtibmas. Bersama ciptakan Pilkada yang sejuk, aman dan damai sehingga Bali tetap ajeg.
"Mari sama-sama sukseskan Pilkada 2024 aman dan damai," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., Sabtu (23/11). Terkait kesiapan dalam melakukan Pengamanan Pilkada serentak 2024. Pemilihan Gubernur Bali pihaknya menyiagakan 2.147 personel.
Sedangkan pengamanan Pemilihan Bupati/Walikota yakni, Polresta Denpasar menyiagakan 800 personel, Polres Buleleng menyiagakan 760 personel, Polres Tabanan menyiagakan 670 personel. Lalu Polres Gianyar menyiagakan 650 personel, Polres Karangasem menyiagakan 550 personel, Polres Jembrana menyiagakan 560 personel.
Polres Klungkung menyiagakan 460 personel, Polres Bangli, menyiagakan 340 personel, dan Polres Badung menyiagakan 550 personel.
"Ya, personel Polda Bali disebar untuk diperbantukan (BKO) sesuai jumlah kebutuhan dari permintaan masing-masing Polres dan Polresta jajaran untuk mengamankan TPS," tegas Mantan Kapolresta Denpasar ini.
Seperti yang diketahui, pengamanan dari tahapan-tahapan, diantaranya yakni tahapan pengumuman dan pendaftaran bakal calon mulai 24 sampai 29 Agustus 2024, berjalan aman. Juga Tahap penelitian persyaratan, penetapan dan pengundian nomor urut calon mulai 30 Agustus sampai 23 september 2024, berjalan lancar.
Bahkan tahapan kampanye 24 September dan pengamanan tahap kampanye mulai 25 September sampai 23 November 2024, diketahui landai. Kini telah dimulai pengamanan tahapan masa tenang 24 sampai 26 November 2024.
Dilanjutkan pengamanan yang paling penting tahap pungut suara 27 November 2024, lalu tahap hitung atau rekap suara 28 November sampai 16 Desember 2024.
"Pengamanan yang paling penting tahap pungut suara 27 November 2024, dan lanjut tahap hitung atau rekap suara tanggal 28 November-16 Desember 2024," katanya.
Sementara untuk pengamanan tahap penetapan calon terpilih dan tahap pengesahan calon terpilih tentatif karena masih menunggu jadwal dari KPU. Kombes Jansen mengatakan sebelumnya Polda Bali telah melaksanakan beberapa kegiatan sebagai persiapan.
Baca Juga: Bali Music Academy Children Choir tampil memukau di Kuala Lumpur Malaysia, Begini Aksi Panggungnya
Seperti Latpraops pada 18 Agustus untuk menyamakan persepsi dalam setiap tindakan agar semua personil paham dan bertindak sesuai SOP dalam tugas pengamanan. Selain itu, Polda Bali melaksanakan latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang diikuti 2.147 personel gabungan Satker Polda.
"Tentu bersinergi dengan Kodam X/Udayana, Pemprov dan mitra Kamtibmas lainnya. Dalam pengamanan Pilkada ini netralitas Polri tetap kami jaga," tandasnya. Dijelaskan, sesuai dengan indeks potensi kerawanan pilkada dari Bawaslu dan Mabes Polri, Bali masuk kategori rawan sedang.
Namun demikian, ditegaskan Polda Bali tidak boleh lengah atau underestimate terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi. Mulai dari situasi aman hingga situasi kontijensi seperti ancaman bom dan penyanderaan KPU. Diterangkan, pihaknya telah menyiapkan rangkaian pengamanan pilkada serentak.
Baca Juga: Bingung Cari Mouse Tanpa Suara? Logitech M220 Jadi Solusi Terbaik Anda!
Sebagaimana yang digambarkan dalam simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) beberapa waktu lalu.
Selain kesiapan personel, Polda Bali juga berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya seperti KPU, Bawaslu, BIN Bali, TNI.
Juga pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, BPBD, dinas perhubungan hingga Pecalang Desa Adat. Dia menyebutkan sebanyak lebih dari 7.000 personel gabungan, sudah dibentuk untuk menyukseskan Pilkada Bali 2024 baik tingkat Provinsi Bali maupun Daerah Kota dan Kabupaten.
"Jumlah personel yang dikerahkan dalam Pilkada yakni 7.521 personel. Jumlah personel Polda Bali untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sebanyak 2.147," tegas Juru Bicara (Jubir) Polda Bali.
Jansen Panjaitan menegaskan Polri netral selama proses Pilkada berlangsung. Pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, para simpatisan dan pendukung Bacalon, mari tetap jaga situasi Kamtibmas, dukung dan sukseskan pilkada serentak 2024. "Bersama kita ciptakan Pilkada yang sejuk, aman dan damai sehingga Bali tetap ajeg," pungkas Jansen.***
Editor : M.Ridwan