Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Meloncat ke Parpol Lain, Membelot di Pilkada Tabanan, Edi Wirawan dan Dua Kader Pengurus PAC Dipecat PDIP

Juliadi Radar Bali • Jumat, 24 Januari 2025 | 18:05 WIB
RISIKO POLITIK : I Made Edi Wirawan dipecat dari PDIP Tabanan. (dok.radar bali)
RISIKO POLITIK : I Made Edi Wirawan dipecat dari PDIP Tabanan. (dok.radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Sudah jatuh tertimpa tangga mungkin itu pribahasa yang patut diberikan kepada Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan,  yang tinggal menghitung hari akan berakhir masa jabatannya. 

Setelah sebelumnya politisi asal Desa Beraban, Kediri tidak mendapat tiket rekomendasi untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Tabanan dari Partainya PDIP Tabanan dalam Pilkada tahun 2024 lalu. Dimana saat itu justru rekomendasi turun memilih paket I Komang Gede Sanjaya berpasangan dengan I Made Dirga (Sanjaya-Dirga). 

Kini pada bulan Januari ini I Made Edi Wirawan yang juga selaku Wakil Ketua I di DPC PDIP Tabanan dipecat oleh Partainya. 

 Baca Juga: Sudah Capai 83,21 Persen, Belum Penuhi Target Partisipasi Pilkada Tabanan, Ternyata Targetnya Segini

Politisi yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Tabanan periode 2014-2019 diberhentikan tidak sendirian. Melainkan dua kader banteng Tabanan juga turut dipecat. Yakni Ketua PAC Kecamatan Pupuan Putu Arya Koliarta dan Putu Trisna. 

Soal pemecatan I Made Edi Wirawan dan dua kader PDIP Tabanan itu dibenarkan oleh Sekretaris DPC PDIP Tabanan I Nyoman Arnawa alias Komet ketika ditemui saat melaksanakan kegiatan gerakan merawat pertiwi di daerah aliran sungai (DAS) Yeh Sungi, Desa Batannyuh, Marga Tabanan, Kamis kemarin (23/1/2025). 

Komet menjelaskan perihal pemecatan persoalan kader merupakan keputusan DPP PDIP Pusat. Sehingga atas apa yang direkomendasikan DPP PDIP pusat itu sudah sesuai mekanisme yang benar melalui usulan yang benar. 

"Dan kami di DPC PDIP Tabanan melihat fakta yang benar di lapangan, kami siap mengawal keputusan partai itu," ujar pria yang juga Ketua DPRD Tabanan.

"Jadi itu bukan rumor lagi, itu sudah benar I Made Edi wirawan dipecat dan kami sudah kirim ke personal yang bersangkutan terkait surat pemecatan tersebut," sambungnya. 

Komet menegaskan kembali, selain Edi Wirawan dua kader lainnya juga turut dipecat oleh DPP PDIP pusat. Diantaranya Ketua PAC Kecamatan Pupuan Putu Arya Koliarta dan Bendahara PAC Kecamatan Kerambitan Putu Trisna.

Alasan pemecatan tiga kader PDIP Tabanan karena terbukti membelot mendukung pasangan calon lainnya saat hajatan Pilkada Tabanan tahun 2024.  

Secara realita politik di lapangan sudah mendukung calon dari partai lainnya. Itu terpantau saat Pilkada. 

"DPC PDIP Tabanan kemudian menyampaikan ada kader-kader kami loncat pagar memihak calon lain. Dan kami sampaikan dengan bukti-bukti dan pada akhirnya DPP PDIP memberikan surat pemecatan dan kami siap mengawal itu," jelas Komet.

Surat pemecatan itu turun sebenarnya sekitar 19 Januari lalu di Sekretariat DPC PDIP Tabanan. Selanjutnya pihaknya kirim surat pemecatan terhadap kader yang bersangkutan.  

Komet menambahkan sebenarnya pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap ketiga kader yang bersangkutan. Pemanggilan itu dilayangkan oleh fungsionaris DPC PDIP Tabanan bersama Badan Kehormatan Partai. Pemanggilan itu dengan maksud mengkonfirmasi secara langsung. Sayangnya saat pemanggilan dilakukan yang bersangkutan tidak ada etikad baik untuk hadir. 

"Tiga kami panggilan, namun tidak pernah hadir. Maka langsung kami proses ke DPP PDIP. Sehingga turun surat pemecatan," tandasnya.  

Sementara itu I Made Edi Wirawan mengaku apapun itu keputusan partai PDIP ia siap menerima dan menjalankan. Ia pun menyebut sudah membaca isi surat pemecatan tersebut. Termasuk alasannya dirinya dipecat sebagai kader PDIP, karena melakukan manuver politik lantaran mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari partai lain. 

"Artinya beda pilihan. Saya tidak merasa ada mem-back up salah satu pasangan calon. Namun apapun itu keputusan partai saya sudah legowo menerima, karena itu resiko politik," akunya. 

Meski tidak sudah menjadi kader PDIP Tabanan dirinya belum menentukan kemana langkah karier politik selanjutnya.

"Bisa saja saya jadi pengusaha lagi, berbisnis lagi," singkatnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#pdip #tabanan #pemecatan #Edi wirawan