Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Geger Ormas GRIB Jaya Masuk ke Bali, Fraksi Gerindra Bali Kecam dan Tolak Aksi Premanisme Berkedok Ormas

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 4 Mei 2025 | 21:46 WIB
TEGAS TOLAK: Ketua DPC Gerindra Buleleng dan juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali Gede Harja Astawa menentang dan menolak ormas berbau premanisme masuk Bali (4/5/2025). (Harja Astawa for Radar Bali)
TEGAS TOLAK: Ketua DPC Gerindra Buleleng dan juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali Gede Harja Astawa menentang dan menolak ormas berbau premanisme masuk Bali (4/5/2025). (Harja Astawa for Radar Bali)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Heboh organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Raya Indonesia Bersatu (GRIB) telah terbentuk di Bali. Ini tentu meresahkan masyarakat karena dugaannya berbau premanisme.

Dari Partai Gerindra mengecam adanya ormas berbau premanisme masuk ke Bali. Itu disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali Gede Harja Astawa yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng Minggu, (4/5/2025).

”Kami dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Buleleng beserta seluruh jajaran beserta PAC se kabupaten Buleleng, menyampaikan respons dan menyikapi marak di media sosial ada ormas baru masuk ke Bali,” kata Harja Astawa.

Bahkan, Ormas GRIB disebut memiliki relasi dengan Partai Gerindra. Beredar di sosial media ada bendera Gerindra di dalam foto pembentukkan Ormas GRIB Jaya di Bali. Harja Astawa mengecam dan menolak ormas yang melakukan tindakan kekerasan bahkan aksi premanisme.

”Tentunya kami menentang mengecamnya dan kami akan meminta kepada pihak berwajib untuk menindak tegas sesuai dengan hukum berlaku,” jelasnya.

Harja menegaskan, tidak ada organisasi di bawah Partai Gerindra yang melakukan kekerasan fisik maupun kekerasan mental kepada masyarakat. Kendati Harja Astawa mengaku setiap organisasi masyarakat telah diatur oleh undang-undang.

Baik itu kebebasan berpendapat dan berserikat ada dalam Undang-Undang Dasar (UUD). Namun, tidak dibenarkan kalau ormas yang melakukan aksi premanisme karena merugikan masyarakat.

Khususnya ormas-ormas yang melakukan aksi premanisme ada yang mengklaim dekat dengan Gerindra juga dibantah Harja.

”Tidak ada ormas-ormas di bawah organisasi Gerindra itu bertindak kekerasan karena kami yakin Partai Gerindra martabat taat hukum dan mecintai masyarakatnya,” tandas Harja. (feb)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#gerindra bali