DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Di tengah pelaksanaan retret gelombag II, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Bali.
Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah kecuali Karangasem berada di Jawa Barat. Saat penjemputan di bandara disambut oleh Pangdam IX Udayana dan Kapolda Bali, tanpa perwakilan Pemprov Bali.
Di samping Pangdam dan Kapolda Bali adalah Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah). Tentu menjadi pertanyaan masyarakat tak ada perwakilan dari Pemprov Bali?
Ditemui langsung Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra di peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, di The Meru usai acara, ternyata Pemprov Bali tidak mendapat undangan menjemput Presiden Prabowo Subianto di bandara dari protokol kepresidenan. Yang ditugaskan hanya Kapolda dan Pangdam.
”Kan sudah ada rapat koordinasi jadi sesuai karena apa namanya arahan dari protokol kepresidenan yang menjemput adalah pangdam dan kapolda,” terang Dewa Made Indra.
Namun, menjadi sorotan masyarakat karena dikaitkan dengan politik. Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali sedang menjalankan retret di Jawa Barat.
Dewa Indra menyebut tidak bisa izin karena pelaksanaan yang singkat tidak mungkin tidak hadir.” Tidak boleh (izin,red) kan retret cuma sebentar kalau potong sehari jadi berkurang,”kata Mantan Kalaksa BPBD Bali ini.
Dewa Made Indra mengatakan, Pemprov Bali yang diwakili oleh Sekprov Bali ditugaskan untuk hadir langsung di tempat acara yakni The Meru peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH).
”Pak gubernur dan Pak Wagub kan sedang retret. Sudah ada pembagian tugas jadi pak kapolda dan pangdam di bandara. Kami mendapatkan tugas disini. Sudah ada koordinasi diantara kami semua dan protokol kepresidenan pembagiannya tugasnya,” tutur Dewa Made Indra.
Menurutnya, Presiden telah mengetahui Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menjalankan retret.
Koster juga telah mengetahui kehadiran Prabowo ke Bali untuk meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) dan peresmian dan Aesthetic Center RS. Prof Ngoerah.
”Beliau (Gubernur dan Wagub, red) sudah menyampaikan permaklumkan tidak bisa hadir sudah dilaporkan ke bapak Presiden Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sedang mengikuti retret sudah dilaporkan kepada beliau,” terang Dewa Made Indra.***
Editor : M.Ridwan