NEGARA, Radar Bali.id – Setelah sempat tertunda, Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jembrana akhirnya dilaksanakan pada Rabu (15/10/2025) sore.
Agenda lima tahunan ini bertujuan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban serta memilih Ketua DPD Partai Golkar Jembrana periode 2025–2030.
Ketua Steering Committee Musda Partai Golkar Jembrana, I Nyoman Birawan, membenarkan bahwa pelaksanaan Musda sempat tertunda dua kali sebelum akhirnya dipastikan digelar di Hotel Jimbarwana.
Joni Jadi Calon Tunggal
Sehari sebelum pelaksanaan Musda, tepatnya pada Selasa (14/10/2025), dilaksanakan pendaftaran bakal calon ketua DPD Partai Golkar Jembrana. Hasilnya, hanya satu nama yang mendaftar.
"Hanya satu orang yang mendaftar," ujar I Nyoman Birawan.
Satu-satunya kandidat tersebut adalah I Kade Joni Asmara Adi Putra. Ia menjadi kandidat kuat dan berpeluang besar terpilih secara aklamasi, mengingat ia telah mengantongi dukungan mayoritas.
Dari total 11 pemegang hak suara dalam Musda, Joni Asmara berhasil mengamankan 9 surat dukungan.
”Hanya I Kade Joni Asmara Adi Putra berpeluang dan pemilihan dipastikan secara aklamasi,” tegas Birawan.
Kantongi Diskresi DPP
Dukungan terhadap Joni Asmara semakin kuat karena ia juga telah mendapat restu dan diskresi dari DPD I Partai Golkar Bali dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Joni Asmara yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Jembrana dan Ketua PK Golkar Jembrana, merupakan kader yang memenuhi syarat meskipun baru empat tahun menjadi kader.
”Sudah ada diskresi dari DPP juga. Jadi, sudah bisa dipastikan bisa terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPD Partai Golkar Jembrana 2025–2030,” pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita