TABANAN, RadarBali.id – I Nyoman Wirya kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Tabanan dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar pada Kamis (16/10). Ini menjadi periode kepemimpinan ketiga bagi Wirya yang juga anggota DPRD Provinsi Bali tersebut.
Wirya terpilih setelah mengantongi dukungan dari 13 pemegang suara, termasuk utusan DPD, utusan Dewan Pertimbangan, dan 10 utusan pengurus tingkat kecamatan (PK).
Diskresi DPP Jadi Kunci I Nyoman Wirya mengungkapkan bahwa terpilihnya kembali untuk ketiga kalinya dimungkinkan berkat adanya diskresi atau perlakuan khusus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
"Sejatinya jika mengacu aturan partai, cukup hanya dua kali menjadi Ketua DPD Golkar. Namun untuk ketiga kali ini, harus mendapat surat persetujuan dari DPP pusat," jelas Wirya.
Ia menambahkan, meski telah memimpin tiga periode, ia tidak menganggapnya sebagai prestasi, melainkan sebagai "beban" yang cukup berat mengingat ketatnya perhelatan politik di Tabanan dengan munculnya kompetitor seperti Gerindra, PSI, dan dominasi PDIP.
Target Tambahan Kursi di Legislatif Wirya langsung menetapkan target realistis untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang, yaitu minimal ada kenaikan dua kursi di DPRD Tabanan dari jumlah yang ada saat ini.
"Realistis kursi naik dua saja, karena ada potensi sisa suara. Seperti di dapil Kediri, Selemadeg Raya dan Tabanan. Potensi sisa suara ini harus bisa digenjot karena memungkinkan mendapat tambahan kursi," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, yang hadir dalam Musda, menekankan bahwa pekerjaan rumah (PR) utama Wirya adalah memastikan Golkar Tabanan meraih perwakilan di legislatif. Sumarjaya Linggih berharap Golkar Tabanan bisa mencapai target 7 kursi dari yang saat ini berjumlah empat kursi.
Anggota DPR RI ini juga berpesan agar pengurus Golkar fokus pada kerja-kerja nyata, mengedepankan kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti bantuan UKMK dan diskusi peningkatan SDM, bukan hanya kegiatan seremonial, agar simpati masyarakat meningkat menjelang Pemilu dan Pilkada.[*]
Editor : Hari Puspita