Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ini Fakta! Politik Dinasti Melingkupi PDIP Bali, Pengurus Baru Diisi Keluarga Elite Partai, Cek Daftarnya!

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:38 WIB
BUKAN PARTAI WONG CILIK?: Komposisi kepengurusan PDIP Bali hasil Konferda dan Konfercab simultan terisi dana kerabat pejabat elit.
BUKAN PARTAI WONG CILIK?: Komposisi kepengurusan PDIP Bali hasil Konferda dan Konfercab simultan terisi dana kerabat pejabat elit.

DENPASARradarbali.jawapos.com – Jargon partai wong cilik yang dulu melekat di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali, agaknya sudah runtuh. Faktanya, konfigurasi pengurus baru yang dibentuk Sabtu (18/10/2025) ditengah Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi cabang (Konfercab) secara simultan, terisi nama-nama orang terdekat pejabat elit.

Hasilnya, tidak ada perubahan dalam komposisi dan posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara di DPD maupun DPC. Namun, tampak wajah baru dalam susunan pengurus DPD PDIP Bali maupun DPC PDIP.

Mereka adalah kaderisasi yang berasal dari keluarga dan kerabat. Baik anak maupun istri. Benarkah? Ini faktanya. Seperti di susunan pengurus DPD PDIP Bali; Putu Diah Pradnya Maharani (anak Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Ketua DPC PDIP Gianyar) sebagai Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga; Anak Agung Istri Paramitha Dewi (Anak I Gusti Agung Rai Wirajaya (mantan DPR RI) sebagai Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak; Ni Made Usmantari (istri I Made Urip, mantan anggota DPR RI dan juga pernah menjabat Ketua DPP PDIP); Putu Candra Riantama (anak DPRD Badung I Made Sumerta dan Wakil Ketua DPC Badung)

 Baca Juga: Dua Kali Dicabuli, Siswi SMA Polisikan Siswa Teman Satu Sekolah, Arogan, Orang Tua Pelaku Malah Tantang Balik Anggap Kecil Urusan Hukum

Di lain sisi di pengurus cabang Badung, sosok putri sulung I Nyoman Giri Prasta, yakni Diana Putri mencuri perhatian.

Perempuan Sarjana Kedokteran itu menjabat Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi UMKM DPC PDIP Badung.

Kemudian, Anak bungsu Bupati Badung Bagus Arjun masuk pengurus DPC PDIP Badung. Ayah Bagus Arjun, I Wayan Adi Arnawa diberi kepercayaan menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Badung I Wayan Adi Arnawa.  

Kemudian juga di PDIP Denpasar, putra mahkota AA Gede Puspayoga dan Bintang Puspayoga, AA Ngurah Abiyoga menduduki pengurus wakil bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPC PDIP Denpasar.

Selain itu, adik Sekretaris PDIP Bali IGN Jaya Negara yang merupakan ipar Puspayoga, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif PDIP Denpasar (Adik IGN Jaya Negara menjabat Sekretaris DPD PDIP Bali)

Menurut pengamat politik I Nyoman Subanda, sebuah kaderisasi juga bisa berarti adalah keturunan regenerasi biologi yang melanjutkan kiprah politik. Termasuk juga kerabat pejabat tersebut.

Bagi Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) ini, kerabat yang masuk dunia politik tidak bisa dihindari. Bukan hanya di PDIP saja tapi partai lain.

"Kalau di partai tergantung melihatnya. Kalau Regenerasi itu memang ada regenerasi dilihat memang sebaiknya regenerasi. Kemudian kalau kedua Kalau keren regenerasi bisa juga dinasti juga. Dinasti tidak darah langsung," jelasnya. 

Subanda menuturkan basis massa PDIP adalah tradisional, terlebih mengkultuskan sosok Megawati Soekarnoputri. Sebab, apapun instruksi Megawati akan diikuti sampai akar rumput.

"Partai PDIP itu top down. Kalau Mega menghendaki itulah terjadi keputusan. Kalau berbeda dengan Megawati pasti tersingkir," jelasnya. 

 Baca Juga: Wow! Hattrick, Koster Diplot Pimpin DPD PDIP Bali Tiga Periode di Konferda dan Konfercab, Ini Jadwalnya

Seiring waktu, ada perubahan di partai berlmbang banteng dalam lingkaran ini dengan merekrut kader bukan dari kader militan.

Ada juga dari kekerabatan yang memiliki peran. Khusus Bali, terang Subanda, sebenarnya atmosfer PDIP miliki basis tradisional seperti Puri Satria yang sebenarnya juga membawa kerabatnya, salah satunya AA. Gede Puspayoga membawa iparnya IGN Jaya Negara.

"Hampir semua kabupaten. Seiring perkembangan zaman. Terutama era 2000-an tradisional banyak keluar partai dan ada yang dipecat karena berbeda pandangan, maka masuk orang yang dibawa pada zaman itu. Kerabatnya bisa juga bukan mengakar bukan pengikut tradisional," bebernya. 

 Baca Juga: Mr. Terimakasih Diculik hingga Diperas Diduga Sindikat Berseragam Mirip Polisi, Penculikan Beruntun Gentayangan di Bali

Subanda mencontohkan I Wayan Adi Arnawa merupakan birokrat dan masuk PDIP. Diakui, basis tradisional mulai terkikis, tapi partai berlambang banteng moncong putih itu mendapat amunisi dari orang yang berpotensi mendongkrak suara.

Tak masalah kehilangan orang tradisional, tapi mendapatkan kader potensial itu seperti birokrat, pejabat publik seperti kepolisian dan pengusaha. Bahkan, yang membantu jaringan relasi dan logistik.

"Bagi partai orang punya logistik punya pengalaman penting nampaknya yang begini adopsi. Sebenarnya rasional saja partai penting amunisi baru buat logistik dan jaringan," terangnya. 

Lebih lanjut dijelaskan, khusus di Bali, PDIP lebih mudah merebut kekuasaan. Maka kerap dipilih sebagai kendaraan politik dianggap paling besar peluang berkuasa di legislatif dan eksekutif.

"Bagi PDIP ia mementingkan tokoh-tokoh punya jaringan menguatkan saat berapa tokoh tradisional," jelasnya Subanda. 

Subanda mengelak, jika diisi oleh keluarga dikatakan kaderisasi tidak jalan di PDIP. Dipilihnya orang- orang baru karena memang itu paling mudah untuk bisa sama-sama menguntungkan, bagi partai menguntungkan dapat orang-orang bisa mendongkrak dari relasi.

"Tokoh tradisional dulu banyak perbedaan dengan partai. Kaderisasi ada artinya keturunan dinasti, seperti Adi Wiryatama dan anaknya. Kemudian Rai Wirajaya anaknya itu kaderisasi. Berarti kaderisasi, ada juga kombinasi kaderisasi ya tidak ngotot karena kehilangan tidak apa apa,"bebernya. 

 Baca Juga: Kabar Duka! Sam Rivers, Pendiri dan Pembetot Bass Limp Bizkit Tutup Usia Setelah Melawan Liver

Dengan memasukkan kerabat, salah satu tujuan para pejabat elit partai untuk mengamankan kekuasaan. Meski, dikatakan dinasti dan kaderisasi mandeg partai tak ambil pusing. Dengan dilanjutkan oleh anak maupun kerabat untuk menjaga massa atau konstituen.

"Tapi bisa memasukkan potensial jadi amunisi penguat daya akselerasi sehingga basic pengusaha jaringan mantan pejabat jadi incaran semua partai. Karena tujuan merebut kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan atau punya akses kekuasaan itu menyebabkan ada koalisi," tandasnya.***

 

DINASTI DAN NEPOTIS, BERIKUT DAFTAR KERABAT PEJABAT PDIP BALI

  1. Putu Diah Pradnya Maharani (anak Bupati Gianyar I Made Mahayastra) sebagai Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga
  2. Anak Agung Istri Paramitha Dewi (Anak I Gusti Agung Rai Wirajaya (mantan DPR RI) sebagai Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak
  3. Ni Made Usmantari (istri I Made Urip, mantan anggota DPR RI lima periode dan juga pernah menjabat Ketua DPP PDIP)
  4. Putu Candra Riantama (anak Anggota DPRD Badung, I Made Sumerta dan sejak 2010 ayahnya menjabat Wakil Ketua DPC Badung yang berakhir tahun 2025)
  5. AA Ngurah Abiyoga, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital (anak AA Puspayoga dan Bintang Puspayoga) 
  6. I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif (Adik IGN Jaya Negara menjabat Sekretaris DPD PDIP Bali)
  7. Diana Putri, Wakabid Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi, BUMN, dan UMKM PDIP Badung (Anak Sulung I Nyoman Giri Prasta, Ketua DPC PDIP Badung dan Wagub Bali)
  8. Bagus Arjun, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital pada kepengurusan DPC PDIP Badung(Putra Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang menjabat Sekretaris DPC Badung)
Editor : M.Ridwan
#konferda pdip bali #nepotisme #konfercab #kerabat pejabat #Pengurus PDIP