DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Dua tokoh politik dj Bali mengawali tahun 2026 dengan tensi yang menyejukkan. Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, melakukan safari silaturahminya dengan menyambangi Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.
Pertemuan dua tokoh beda generasi ini berlangsung santai di Denpasar pada Jumat (2/1).
Meski dibalut suasana informal, obrolan antara De Gadjah dan anggota DPD RI sekaligus mantan Wali Kota Denpasar dua periode itu sarat akan makna pengabdian.
Langkah ini seolah menyambung estafet komunikasi politik De Gadjah setelah sebelumnya sempat bertemu dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, di penghujung 2025.
Momen hangat tersebut diabadikan De Gadjah melalui akun media sosial pribadinya. Ia menyelipkan refleksi mendalam mengenai filosofi kepemimpinan yang ia diskusikan bersama Rai Mantra.
“Terbuka untuk menguatkan dan jujur untuk menyembuhkan. Di antara kata ‘kekuasaan’ dan ‘tanggung jawab’, kami berdua memilih pengabdian.
Bagi saya, sosok hebat bukan yang selalu benar, tetapi yang mampu memilih jalan terbaik dengan kebijaksanaan,” tulis De Gadjah dalam unggahannya.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut jauh dari kesan persaingan. Sebaliknya, ia memandang Rai Mantra sebagai sosok mentor.
"Ini bukan tentang siapa yang paling kuat, tapi tentang saling menguatkan. Kita tidak sempurna, tapi kita saling mengisi kekurangan. Dari situlah perjuangan menjadi kebahagiaan," tambahnya.
De Gadjah tak segan memuji karakter kepemimpinan Rai Mantra yang dinilai teduh dan bijaksana. Ia mengaku banyak menyerap ilmu dari putra mendiang Gubernur Bali Ida Bagus Mantra tersebut.
"Sehat terus Ratu Aji, perjuangan kita untuk Bali masih panjang," ucapnya.
Menariknya, di tengah isu Bali yang disebutnya "sedang tidak baik-baik saja", De Gadjah mengklaim pertemuan itu murni diskusi substantif. Tidak ada lobi-lobi kursi atau manuver politik praktis untuk kepentingan 2026.
“Kami fokus pada kolaborasi untuk kepentingan rakyat Bali dengan sumber daya yang kami miliki masing-masing. Sama sekali tidak membicarakan urusan politik pribadi maupun golongan,” pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar