Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tinggalkan Golkar, Suyasa Langsung Didapuk Ketua PSI Bali, Bantah Keretakan di Internal, Ini Targetnya

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 21 Januari 2026 | 05:49 WIB

 

GANTI PLAT POLITIK: ( I Wayan Suyasa kenakan seragam PSI
GANTI PLAT POLITIK: ( I Wayan Suyasa kenakan seragam PSI

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Peta politik bergerak dinamis. I Wayan Suyasa, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Badung, resmi berpindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan, ia langsung didapuk menjadi Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali.

​Rencananya, Suyasa beserta jajaran pengurus baru akan dilantik langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di pada 24 Januari mendatang. Agenda pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil).

Tidak hanya Suyasa, senior Golkar lainnya, seperti Komang Suarsana—yang akrab disapa Kos masuk jajaran pengurus PSI. Dalam struktur kepengurusan baru ini, Kos dipercaya menjabat sebagai Bendahara DPW PSI Bali.

​Dihubungi kemarin (20/1), Suyasa menepis kabar adanya keretakan hubungan dengan Ketua DPD Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer). Ia menegaskan kepindahannya murni karena faktor chemistry dengan partai berlogo gajah  tersebut.

​"Saya sangat hormat dengan Bapak Sumarjaya Linggih dan seluruh teman-teman di Golkar. Bagaimanapun, saya tumbuh dan dibesarkan oleh Golkar. Intinya, di mana pun kita berada dalam konteks politik, visi-misinya sama: memberikan perhatian kepada masyarakat," tegas Suyasa.

​Dorongan kuat Mantan Wakil Ketua DPRD Badung masuk PSI karena sosok Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjabat sebagai Dewan Pembina PSI menjadi magnet utama baginya.

​"Jujur, saya pindah karena ada chemistry. Ibarat artis, saya punya idola, dan idola saya adalah Pak Jokowi. Melalui koordinasi yang ada, beliau ingin saya membantu membesarkan PSI di bawah kepemimpinan Mas Kaesang," terangnya.

​Menurut Suyasa, PSI saat ini sangat inklusif. Terbukti dengan bergabungnya sejumlah tokoh lintas partai, seperti eks politikus PDIP Putu Alit Yandinata, hingga mantan kader Golkar Karangasem, I Ketut Badra, yang kini menjabat Ketua DPD PSI Karangasem.

​"PSI memang diidentikkan dengan partai anak muda atau Gen Z. Namun, sekarang kita kolaborasikan dengan tokoh-tokoh senior. Bali juga melihat ketokohan dan figur yang dituakan," imbuh Suyasa.

​Menakhodai partai muda, Suyasa mematok target tinggi. Ia optimistis PSI Bali mampu menembus posisi empat besar pada Pileg 2029 mendatang. Ia yakin efek ekor jas (coattail effect) dari Joko Widodo masih sangat kuat di Pulau Dewata.

​"Di bawah kepemimpinan Mas Kaesang dan arahan Pak Jokowi, saya yakin PSI akan lolos parlemen secara nasional. Untuk Bali, figur Pak Jokowi masih sangat diterima masyarakat. Ditambah lagi dengan bergabungnya tokoh-tokoh potensial di tiap kabupaten/kota, saya optimistis target itu tercapai," pungkasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#Suyasa #loncat pagar #partai golkar #psi