SEMARAPURA, RadarBali.id– Suasana pelantikan pengurus baru PDI Perjuangan se-Kabupaten Klungkung di Kenyeri Garden & Shala pada Sabtu (28/3/2026) berlangsung penuh wejangan tegas. Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, memberikan instruksi khusus yang langsung mencuri perhatian.
Meskipun Koster di berbagai kesempatan masyhur mengajak masyarakat menikmati kopi campur arak sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal, ia memberikan batasan tegas kepada para kadernya: jangan sampai menjadi pemabuk. Ia menuntut para pengurus PAC, Ranting, hingga Anak Ranting untuk menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.
Baca Juga: Tokoh Galungan Buleleng Apresiasi Koster Lestarikan Arak Bali, Sebut Tubuh Bugar Konsumsi Kopi Arak
Keseriusan Koster dalam menjaga nama baik partai dibuktikan dengan perintah langsung untuk melakukan tes urine massal bagi seluruh pengurus yang baru saja dikukuhkan. Hal ini demi menyapu bersih potensi penyalahgunaan narkotika di tubuh partai.
”Saya rasa satu minggu cukup untuk digelar tes urine. Tes urine bisa dimulai mulai April,” ujar Koster memberikan tenggat waktu.
Di hadapan para kader, Koster mengingatkan bahwa mereka yang berada di tingkat ranting dan akar rumput adalah mesin utama partai yang langsung bersentuhan dengan rakyat. Oleh karena itu, selain menjaga soliditas organisasi, nilai-nilai kearifan lokal Bali seperti Sad Kerthi harus tetap dijunjung tinggi demi menjaga keseimbangan alam dan budaya Bali.
Di tempat yang sama, Ketua DPC PDIP Klungkung, Anak Agung Gde Anom, membeberkan bahwa total kader yang dikukuhkan pada hari itu berjumlah sangat masif, yakni mencapai 1.219 orang.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari pengurus DPC, PAC, 413 pengurus ranting dari 59 desa/kelurahan, hingga 741 pengurus anak ranting dari 247 banjar atau lingkungan se-Klungkung. Gde Anom optimis, dengan gemuknya struktur kepengurusan baru ini, PDI Perjuangan Klungkung akan melaju dengan kekuatan penuh dan satu komando. [*]
Editor : Hari Puspita