PEDULI: Ketut Ngurah Aryawan memberikan puluhan paket sembako dibagikan kepada para tukang sapu di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (28/3/2026). (Ketut Ngurah Aryawan for Radar Bali)DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Fraksi Gerindra DPRD Kota Denpasar menunjukkan kepedulian nyata terhadap para petugas kebersihan yang menjadi garda terdepan penanganan sampah.
Melalui anggotanya, Ketut Ngurah Aryawan, puluhan paket sembako dibagikan kepada para tukang sapu di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (28/3/2026).
Aksi ini merupakan bentuk apresiasi Fraksi Gerindra atas ketangguhan para pejuang kebersihan, terutama menjelang pemberlakuan aturan baru per 1 April yang melarang sampah organik masuk ke TPA Suwung.
Sesuai dengan semangat Gerindra Kompak, Bergerak, dan Berdampak, Ngurah Aryawan menegaskan bahwa mereka yang bekerja langsung di lapangan, bukan di balik meja, layak mendapatkan perhatian lebih melalui kebijakan tunjangan khusus.
"Kami dari Fraksi Gerindra mendorong Pemerintah Kota Denpasar untuk memberikan reward berupa tunjangan khusus.
Mereka ini garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masalah sampah setiap hari," ujar Anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar tersebut.
Selain aksi spontan ini, Fraksi Gerindra sebelumnya juga telah menyalurkan 400 paket sembako menjelang Hari Raya Nyepi sebagai bukti nyata kader Gerindra selalu hadir di tengah masyarakat.
Salah satu petugas kebersihan, Dewa Ayu, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Fraksi Gerindra melalui Ketut Ngurah Aryawan.
"Kami bersyukur kami diprihatikan terhadap kami yang kerja di lapangan. Kerja dari pagi ini, sangat membantu sekali," terangnya.
Namun, Dewa Ayu juga mengungkapkan kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dengan adanya aturan baru yang melarang mereka menyapu atau mengambil sampah daun.
"Kami di lapangan susah memilahnya. Sedangkan kami di lapangan sampah daun paling banyak," jelasnya.
Terkait kesejahteraan, ia mengakui ada peningkatan gaji sebesar Rp200 ribu setelah diangkat menjadi PPPK paruh waktu, meski ia tak bisa berbuat banyak untuk mendesak kenaikan lebih lanjut.
"Disyukuri saja. Kalau sudah ada peningkatan kalau keinginan pasti ingin lebih," pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar