De Gadjah Kecam Isu Jatuhkan Presiden Prabowo, Seharusnya Bersatu di Tengah Konflik Geopolitik yang Memanas

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 11:11 WIB
Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) bersama Presiden Prabowo Subianto.Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) bersama Presiden Prabowo Subianto.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah geram dengan lontaran upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan penolakannya terhadap berbagai upaya yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan, terlebih jika dilakukan secara inkonstitusional.

"Kenapa ngga berhenti-berhenti membuat gaduh? Selama ini presiden sudah bekerja dengan sangat baik," ujarnya, Selasa (7/4/2026).

De Gadjah menegaskan bahwa seluruh kader Partai Gerindra di Bali tetap solid mendukung dan selalu bersama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Jangan mengganggu, biarkan pemerintah dan presiden bekerja untuk bangsa dan negara," tandasnya.

Menurutnya bersatu di tengah situasi global yang dipengaruhi konflik di Timur Tengah, bukan justru memicu kegaduhan politik di dalam negeri.

Sebelumnya, pengamat politik Saiful Mujani menyampaikan pernyataan yang memicu polemik. Dalam sebuah forum halal bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertipkan”, ia menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau menasihati Prabowo enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ucap Saiful.

Editor : Rosihan Anwar
gerindra bali presiden prabowo subianto De Gadjah