​Cegah Kepunahan, Ketua Gerindra Denpasar Gus Yoga Usul Lomba Gending Rare sebelum Parade Ogoh-Ogoh

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 19:16 WIB
Ketua DPC Gerindra Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra (Cok Yoga).Ketua DPC Gerindra Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra (Gus Yoga).

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Eksistensi lagu anak-anak tradisional Bali atau gending rare terancam punah.

Alih-alih melantunkan lagu daerah, anak-anak zaman sekarang justru lebih akrab dengan melodi global seperti Baby Shark.

Keprihatinan ini disuarakan langsung oleh Ketua DPC Gerindra Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra.

​Pria yang akrab disapa Gus Yoga ini menceritakan pengalamannya saat memantau langsung Kesanga Fest secara incognito.

Tanpa pengawalan ajudan, ia membaur dengan warga menggunakan sepeda motor demi melihat realita di lapangan.

Sayangnya, selama dua jam berkeliling, telinganya tak menangkap satu pun nada gending rare.

​"Saya di sana dua jam, tapi tidak mendengar Gending-gending Rare. Padahal, lagu seperti Goak Maling Taluh, Semut-semut Api, dan Meong-meong harusnya diputar di sela parade," ungkap sosok yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar tersebut dalam rapat evaluasi pelaksanaan Nyepi di Kantor DPRD Kota Denpasar, Selasa (8/4).

​Rapat tersebut dihadiri lintas sektor, mulai dari Dinas Kebudayaan, MDA Kota Denpasar, hingga forum bendesa dan saba yowana.

Di hadapan para pejabat, alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana ini memberikan kritik tajam namun reflektif soal pola konsumsi budaya generasi masa kini.

​"Anak saya sendiri kalau diminta nyanyi Semut-semut Api mungkin tidak tahu (nenten uning). Tapi kalau disuruh nyanyi Baby Shark, pasti tahu. Ini yang harus kita sadari bersama," sentil Gus Yoga.

Pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada pagelaran ogoh-ogoh semata. Namun, juga dibarengi dengan nyanyian, seperti gending rare yang sarat pesan moral dan edukasi justru menjadi fondasi pembentukan karakter anak Bali sejak dini.

​Agar tidak sekadar menjadi wacana, Gus Yoga mengusulkan pada perhelatan tahun diadakan lomba gending rare.

"Maksudnya, kalau besok ada parade ogoh-ogoh, malam sebelumnya bisa diadakan lomba gending rare. Supaya atmosfer budaya tradisional ini hidup kembali di Kota Denpasar," tandasnya.

Editor : Rosihan Anwar
Gerindra Denpasar ogoh-ogoh