Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

NasDem Bali Bantah Isu Fusi dengan Gerindra, Pastikan Solid, Senantara: Tak Ada Istilah Akuisisi atau Merger di Parpol

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 16 April 2026 | 07:09 WIB
DIBANTAH: Ketua DPW NasDem Bali I Nengah Senantara (tengah) didampingi kader NasDem merespons isu partai NasDem yang fusi dengan Gerindra, di Kantor DPW NasDem Bali (14/4/2026) (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
DIBANTAH: Ketua DPW NasDem Bali I Nengah Senantara (tengah) didampingi kader NasDem merespons isu partai NasDem yang fusi dengan Gerindra, di Kantor DPW NasDem Bali (14/4/2026) (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Partai NasDem diterpa isu gonjang-ganjing. Salah satunya kabar mengenai rencana penggabungan atau fusi dengan Partai Gerindra. 

Isu ini sontak membuat kader partai besutan Surya Paloh tersebut geram, terutama jajaran DPW NasDem Provinsi Bali.

Menanggapi isu tersebut, kader NasDem Bali berkumpul di Kantor DPW NasDem Bali, Jalan Cok Agung Tresna, kemarin (14/4/2026).

​Ketua DPW NasDem Provinsi Bali, I Nengah Senantara, didampingi kader lainnya, membantah tegas adanya gejolak di tubuh Partai NasDem.

Baca Juga: Perjalanan Patung Dalam Psikologi Manusia "Inner Landscapes" di Sudamala Resorts dan Timboel Art Gallery

Ia mengecam munculnya istilah "merger" ke Gerindra, bahkan tersebar isu kondisi NasDem sedang ringkih lantaran pamor politik Ketua Umum Surya Paloh disebut merosot.

​"Tidak dikenal istilah akuisisi (dalam partai), yang dikenal adalah fusi. Artinya, fusi itu didorong dan ditekan oleh partai. Tidak ada merger di dunia politik. Kalau bicara fusi, sampai saat ini tidak ada pembicaraan ke arah sana," jelasnya.

​Senantara menjelaskan,  fusi adalah penggabungan dua atau tiga partai menjadi satu. Baginya, fusi tersebut tidak mungkin terjadi karena NasDem memiliki ideologi yang berbeda dengan partai lain.

"Ditegaskan, belum ada pembicaraan ke arah sana," tegas Senantara untuk meyakinkan bahwa tidak ada keretakan di internal partai.

​Pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI ini menegaskan,  situasi Partai NasDem tetap satu komando di bawah Surya Paloh.

Menurutnya, riak-riak politik adalah hal yang wajar, sebagaimana yang pernah terjadi pada partai lain. "Sama halnya dengan partai biru di sebelah, Demokrat kan juga pernah mengalami riak-riak seperti itu," ungkapnya.

 Baca Juga: Janji Dinilai Tak Ditepati, Perbekel Sudaji, Buleleng, Ini Terancam Kembali Masuk Bui

​Ia menilai riak-riak ini muncul karena NasDem memiliki magnet politik yang kuat, sehingga lumrah jika diterpa guncangan.

Terlebih, pada setiap Pemilu, perolehan kursi NasDem naik signifikan. Saat ini, NasDem berada di posisi empat besar dengan perolehan 69 kursi di parlemen.

"Itu sebabnya muncul dinamika. Karena NasDem menjadi magnet tersendiri bagi partai lainnya," tambahnya.

​Saat disinggung kemungkinan jika fusi benar-benar terjadi, Senantara meminta publik untuk tidak berandai-andai. Ia memastikan berita yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan.

"Yang jelas, Partai NasDem di bawah kepemimpinan Surya Paloh tetap solid," pungkasnya.

​Senantara menganggap isu yang tersebar  melecehkan atau mendiskreditkan Ketua Umum Partai NasDem seolah-olah diperjualbelikan.

"Ada juga beritanya Partai NasDem diambil alih pihak lain. Berita ini tidak benar. Saya Ketua DPW NasDem Bali dan kader NasDem hadir mengonsolidasi berita yang dimunculkan tidak benar," tutupnya.***

Editor : M.Ridwan
#fusi dua parpol #partai gerindra #senantara #partai nasdem