DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Minimnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Denpasar disinyalir menjadi biang kerok sering tersumbatnya saluran drainase.
Fenomena ini kerap dijumpai di kawasan pasar kuliner yang memproduksi limbah lemak makanan dalam jumlah tinggi.
Merespons persoalan tersebut, Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, mendesak dinas terkait untuk memperketat pengawasan terhadap pengelolaan limbah usaha kuliner di wilayah Kota Denpasar.
“Sangat penting untuk membangun IPAL, khususnya di pasar-pasar kuliner yang ada di Kota Denpasar,” tegas Tommy, Kamis (28/5).
Tommy meminta Dinas Perizinan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar memberikan atensi serius terhadap pengelolaan limbah ini.
Mengingat buruknya sistem drainase menjadi salah satu pemicu utama banjir perkotaan, ia menyarankan agar kepemilikan IPAL dijadikan syarat mutlak sebelum izin usaha warung makan, restoran, kafe, maupun kedai minuman diterbitkan.
Ia menekankan bahwa keberadaan IPAL sangat krusial untuk mencegah pelaku usaha membuang limbah cair secara langsung ke saluran drainase.
Jika dibiarkan, tumpukan lemak akan membeku, menyumbat saluran, dan memperparah genangan air saat hujan.
Pengawasan ini harus dilakukan secara serius dan konsisten agar tidak ada lagi pelaku usaha yang membuang limbah langsung ke drainase.
Di sisi lain, Tommy juga meminta Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali untuk segera melakukan penggelontoran (pembersihan) saluran drainase di sepanjang Jalan Raya Sesetan demi memastikan aliran air tetap lancar.
Kendati demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Kota Denpasar yang telah bergerak cepat melakukan penggelontoran di ruas jalan provinsi tersebut, tepatnya di kawasan depan Pura Desa lan Puseh Sesetan.
Ia berharap langkah antisipatif tersebut tidak hanya menjadi gerakan sesaat, melainkan terus dilakukan secara berkelanjutan agar fungsi drainase dapat terjaga optimal dan potensi banjir di kawasan padat aktivitas seperti Sesetan dapat diminimalisasi.
Editor : Rosihan Anwar