DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Tudingan bahwa pembentukan Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali bakal membuat para investor kabur untuk menanamkan modal langsung dibantah keras oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, Gede Harja Astawa.
Menurutnya, asumsi yang beredar tersebut sama sekali tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Ia meluruskan bahwa sejak awal, Fraksi Gerindra yang mengawal Pansus TRAP selalu terbuka terhadap investasi yang masuk ke Bali.
Kendati demikian, ia menekankan bahwa investasi tersebut wajib memikul tanggung jawab moral terhadap aspek sosial, kelestarian lingkungan, dan kesucian budaya lokal.
"Komitmen kami di Pansus TRAP sudah klir dari awal. Fraksi Gerindra sama sekali tidak anti-investasi, tapi yang Bali butuhkan adalah investor yang punya iktikad baik," ujar Harja Astawa.
Menurutnya, ada upaya penggiringan opini sengaja ditiupkan untuk menumpulkan fungsi kontrol DPRD.
Narasi "pansus hambat investasi" ini diduga sengaja dipakai sebagai tameng bagi praktik-praktik investasi yang selama ini kebablasan hingga meminggirkan hak-hak warga lokal.
Bagi Gerindra, investasi yang ideal adalah investasi yang berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja lokal, mendongkrak kesejahteraan krama Bali, serta tunduk pada aturan adat dan kearifan lokal yang menjadi napas Pulau Dewata.
"Investor wajib ikut menjaga alam Bali, tidak merusak lingkungan, tidak asal babat pohon, dan yang paling utama harus menaruh hormat pada tradisi serta kawasan suci kami," imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Harja Astawa memastikan jajarannya di parlemen akan terus tegak lurus mengawasi jalannya roda investasi agar tidak melenceng dari koridor hukum dan kepentingan masyarakat Bali.
"Mandat kami di Pansus TRAP adalah memastikan Bali tetap lestari dan punya martabat. Kami akan mengawal tugas ini dengan konsisten," pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar