DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Yayasan De Gadjah Bali menggelar kegiatan donor darah di Kantor Yayasan De Gadjah Bali, Jalan Raya Puputan Nomor 126, Sumerta Kelod, Renon, Denpasar, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Renon tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Selain warga yang sedang berolahraga di kawasan Renon, peserta donor darah juga berasal dari masyarakat yang telah mendaftar secara online sebelumnya.
Pendiri dan Pembina Yayasan De Gadjah Bali, Made Muliawan Arya, mengatakan ide menggelar kegiatan donor darah muncul saat dirinya melakukan donor darah di RS Kemenkes Ngoerah.
Ia melihat tingginya kebutuhan darah bagi pasien, sementara stok darah di sejumlah kesempatan masih mengalami kekurangan.
"Kami tertarik melakukan ini karena sebagai pelayan masyarakat, kami melihat banyak sekali masyarakat yang membutuhkan darah.
Komunikasi dengan pihak pemilik bank darah harus terjalin baik demi kepentingan rakyat," ungkap pria yang akrab dikenal De Gadjah, di sela-sela kegiatan.
Kegiatan donor darah yang sebelumnya rutin dilaksanakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) kali ini untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Unit Pengelola Darah RS Kemenkes Prof Ngoerah.
Kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan Yayasan De Gadjah Bali terhadap upaya pemenuhan kebutuhan stok darah, sementara pihak rumah sakit memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaannya.
Dari total 128 peserta yang mendaftar, panitia berhasil mengumpulkan 93 kantong darah.
Menariknya, sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor, Yayasan De Gadjah Bali memberikan paket sembako setelah peserta selesai mendonorkan darahnya.
"Jadi selain mereka mendapatkan manfaat kesehatan dan bisa membantu sesama, kami ingin memberikan dukungan berupa sembako yang memang dibutuhkan saat hari raya Galungan, Yadnya dapat, sembako untuk Galungan juga dapat," ujarnya.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali itu juga berencana menjadikan kegiatan donor darah sebagai agenda rutin.
"Rencananya setiap 3 bulan sekali atau setidaknya setiap 2 bulan sekali, karena sekarang pendonor sudah diperbolehkan mendonorkan darahnya setiap 2 bulan," tutupnya.
Editor : Rosihan Anwar