DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Polemik keluarnya anggota Fraksi Golkar dari susunan personel Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) membuat Ketua DPRD Provinsi Bali, I Dewa Made Mahayadnya (Dewa Jack) segera mengambil tindakan.
Kendati Fraksi Golkar belum mengajukan usulan mundur atau keluar, tapi Dewa Jack telah mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Penarikan anggota Golkar atas instruksi Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer) karena ingin mematuhi aturan.
Dewa Jack menilai polemik tersebut sebagai dinamika yang lazim terjadi di lembaga legislatif. Baginya, persoalan itu justru menjadi indikator dinamika lembaga yang sehat.
"Mengenai dinamika yang terjadi di Pansus TRAP, khususnya terkait pandangan dari rekan-rekan Fraksi Golkar serta fraksi lainnya, saya selaku Ketua DPRD melihat ini sebagai bagian dari proses demokrasi," ucapnya usai ditemui rapat paripurna kemarin (20/7/2026).
Politisi PDI Perjuangan ini mengapresiasi apa yang terjadi karena menunjukkan anggota dewan memiliki akuntabilitas dan mengetahui aturan main yang ada di DPRD.
"Ini mulai saling memahami satu sama lain, ya," kata Dewa Jack.
Secara kelembagaan, pimpinan DPRD Bali menghormati sikap politik yang diambil oleh masing-masing fraksi.
Ia menambahkan, perdebatan atau perbedaan argumen seperti ini sebenarnya sering terjadi dalam rapat-rapat internal. Namun, kali ini perbedaan pandangan muncul ke publik.
Meski isu penarikan anggota fraksi sudah ramai diperbincangkan, Dewa Jack mengungkapkan hingga saat ini pihak pimpinan DPRD Bali belum menerima surat atau usulan resmi terkait hal tersebut.
Sayangnya, hingga kemarin belum ada usulan dari Fraksi Golkar ke Ketua DPRD Bali.
"Yang paling penting untuk teman-teman ketahui, usulan belum ada. Mungkin teman-teman melihat ini masih di tatanan media sosial, ya tentu mohon maaf, kami masih menunggu sampai dengan usulan itu ada. Ya, di DPRD belum ada usulan. Saya tegaskan, belum ada usulan, ya," jelas politisi asal Buleleng ini.
Untuk meredam masalah ini, pimpinan DPRD Bali akan menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dengan melibatkan seluruh pimpinan fraksi dan pimpinan Pansus TRAP untuk menyelesaikan aturan yang berlaku.
"Langkah kami di unsur pimpinan akan segera memfasilitasi ruang dialog bersama seluruh pimpinan fraksi, dan rencananya kita akan Rapim dari pimpinan fraksi dengan pimpinan pansus. Kami akan duduk bersama membuka kembali dokumen tata tertib kita dan mencari titik temu yang paling bijak secara musyawarah dan mufakat. Ya tentu kami akan menyelesaikannya secara musyawarah dan mufakat," jelasnya.
Dewa Jack membantah keluarnya anggota Golkar menghambat kinerja Pansus yang sedang bergerak menggodok aturan tata ruang.
Ia memastikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tetap berjalan normal, serta berkomitmen merampungkan sisa agenda Pansus sesuai target waktu.
"Tidak. Kan seperti kesepakatan, bahwa sebelum rekomendasi hasil Pansus yang dua disampaikan, itu masih tersisa tujuh, ya. Akan selesai 6 Oktober 2026. Itu," terang Dewa Jack.
Ia meyakini dinamika internal DPRD Bali ini dapat diselesaikan dengan baik karena sikap setiap fraksi diakui untuk kepentingan masyarakat.
"Saya meyakini apa pun dinamika internal yang ada saat ini, komitmen seluruh fraksi di DPRD Bali yaitu tetap satu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Bali," pungkasnya.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com