Melayat ke Rumah Duka Warga Sidatapa, Ketua Fraksi Gerindra Bali Harja Astawa Sayangkan Aksi Brutal Oknum Pelaku Pengeroyokan di Baturiti

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:12 WIB
Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali sekaligus Ketua DPC Gerindra Buleleng, I Gede Harja Astawa, yang melayat langsung ke rumah duka pada Minggu sore (26/7/2026). 
Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali sekaligus Ketua DPC Gerindra Buleleng, I Gede Harja Astawa, yang melayat langsung ke rumah duka pada Minggu sore (26/7/2026). 

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Gelombang kecaman atas aksi main hakim sendiri yang menewaskan KD, warga Desa Sidatapa, di Baturiti, Tabanan, terus mengalir. 

Kali ini, tanggapan datang dari Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali sekaligus Ketua DPC Gerindra Buleleng, I Gede Harja Astawa, yang melayat langsung ke rumah duka pada Minggu sore (26/7/2026). 

Ia sangat menyayangkan tindakan brutal oknum pelaku yang tega menghabisi nyawa manusia hanya berdasar dugaan mencuri seekor ayam.

"Pertama-tama saya menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya saudara kami, warga Sidatapa, yang dibunuh secara keji atas tuduhan sementara pencurian ayam. Saya merasa miris kenapa oknum tersebut sampai sebrutal itu," tegas Harja usai melayat dan menemui langsung pihak keluarga korban.

Harja menilai, aksi penganiayaan hingga tewas tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun.

Dugaan tindak pidana pencurian dan aksi pengeroyokan merupakan dua hal berbeda yang sama-sama berhadapan dengan hukum.

Menurutnya, dugaan pelanggaran hukum seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum (APH), bukan diselesaikan secara liar oleh oknum masyarakat.

Oleh karena itu, Harja mendesak kepolisian untuk bertindak cepat, transparan, dan memproses hukum seluruh oknum yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

"Saya minta aparat penegak hukum bekerja secara profesional untuk mengusut tuntas kasus ini dan memproses para pelakunya.

Saya berharap ini menjadi kejadian terakhir di Bali. 

Percayakan proses hukum kepada APH, saya yakin kepolisian dan pengadilan akan memberikan sanksi hukum yang sepadan," ujarnya.

Lebih lanjut, politisi asal Buleleng ini mengingatkan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat Bali.

Ia mengajak para tokoh agama, sulinggih, tetua adat, hingga tokoh masyarakat untuk terus mengingatkan warga agar tidak kehilangan rasa kemanusiaan dan tetap menjunjung tinggi hukum.

Saat melayat ke rumah duka, Harja juga menyoroti nasib anak-anak yang ditinggalkan almarhum.

Ia meminta kepedulian dan langkah nyata dari pemerintah daerah agar masa depan mereka tetap terjamin.

"Perlu ada perhatian nyata terhadap anak-anak almarhum, khususnya kelangsungan sekolah mereka agar masa depannya tetap terjamin.

Kami meminta perhatian khusus dari Pak Gubernur dan Pemerintah Kabupaten agar anak-anak ini mendapatkan jaminan pendidikan yang layak," pungkas Harja. 

Editor : Rosihan Anwar
Fraksi Gerindra DPRD Bali maling ayam di tabanan