DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Medan pertempuran politik digital sudah mulai terasa. Mengantisipasi serbuan hoaks dan perang opini yang kian tak terkendali, KPU Provinsi Bali lakukan sosialisasi di hadapan 96 pemilih pemula dari Buleleng agar cerdas, kritis, dan berintegritas menghadapi pemilu mendatang, Kamis (31/8/2026).
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang hadir sebagai narasumber utama memaparkan materi bertajuk, "Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama".
Mengingat dominasi pemilih muda pada struktur demografi pemilih saat ini, Lidartawan menuntut keterlibatan aktif para pemuda di setiap lini tahapan pemilu.
"KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi," tegas Lidartawan di hadapan para peserta.
Lidartawan juga menyoroti berbagai ancaman nyata di ruang digital seperti hoaks, disinformasi, dan politik uang. Mantan Ketua KPU Bangli, berpesan agar pemuda tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Timeline-mu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing melalui langkah Stop, Check, Share (Tahan, Telusuri, Tanggapi) sebelum menyebarkan informasi," pesannya.
Lidartawan turut memotivasi peserta diskusi yang sempat mempertanyakan idealisme tokoh muda di kancah politik praktis. Ia membagikan pengalamannya agar para pemuda senantiasa memegang teguh moral dan berani melawan kecurangan.
"Keteguhan moral dan keberanian menolak segala bentuk kompromi curang adalah kunci utama pemimpin muda yang berkualitas," pungkasnya.
KPU Bali berharap generasi muda Buleleng tidak hanya menjadi penonton, melainkan agen perubahan garda terdepan yang mampu mengawal pemilu yang bersih, berkualitas, dan berintegritas.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com