Merawat Keberagaman, De Gadjah: Bali Jadi Teladan Pariwisata Toleransi Dunia

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 17:19 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat konsep pariwisata toleransi agar keberagaman di Bali dapat dikelola menjadi sebuah kekuatan yang solid. 

Pandangan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema “Bali di Persimpangan Sosial dan Budaya” yang diselenggarakan oleh Pemuda Nahdliyyin Indonesia (PNI) Provinsi Bali di Denpasar.

​Menurutnya, tantangan utama Bali saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keterbukaan daerah dengan upaya pelestarian budaya serta tatanan sosial masyarakat. Ia menegaskan, “Tantangannya adalah bagaimana keterbukaan membawa manfaat tanpa membuat Bali kehilangan tata budayanya. Bali terbuka dengan siapa saja. Tetapi pada saat yang sama, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga Bali dan membangun kesejahteraan bersama," katanya. 

Mantan Wakil DPRD Kota Denpasar ini memandang,  nilai toleransi sendiri bukanlah hal baru bagi Bali karena telah tumbuh subur dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang majemuk. Bersama sejumlah tokoh lintas agama, ia ingin memperkenalkan Bali di kancah dunia tidak hanya sebagai destinasi wisata budaya dan olahraga, melainkan juga sebagai daerah di mana orang datang untuk merasakan “keramahan, persaudaraan, dan toleransi," terangnya. 

​Dalam kehidupan sosial, ia menyarankan penggunaan istilah seperti “Warga Bali” dan “Warga Perantau” bukan untuk mengkotak-kotakkan masyarakat, melainkan untuk membangun rasa memiliki bersama berdasarkan kepatuhan terhadap aturan dan keharmonisan lingkungan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi dinamika di media sosial dengan menghindari penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya.

Terkait hal ini, ia berpesan, “Jangan asal copy, repost, atau membuat narasi yang mengadu domba sehingga menimbulkan kericuhan. Tetapi bagaimana di tengah api kita bisa menjadi air, di tengah panas kita menjadi penyejuk, dan di tengah kehausan kita menjadi pelepas dahaga," beber De Gadjah.

Menyinggung sektor ekonomi, ia menilai bahwa pertumbuhan akomodasi serta sektor makanan dan minuman melibatkan kerja sama yang erat antara masyarakat lokal, perantau, pelaku usaha, dan wisatawan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat mengedepankan prinsip “menang bersama” agar investasi dan kemajuan ekonomi tetap berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa Bali tetap terbuka terhadap perkembangan zaman dengan syarat “investasinya ramah lingkungan, ramah masyarakat, dan sesuai dengan keadaan Bali,"ungkap Dr Gadjah. 

​Diskusi publik tersebut turut dihadiri oleh narasumber penting lainnya, seperti Wakil Ketua Baleg DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Bali, Dr. Iman Sukri, M.Hum., serta Anggota DPD RI Provinsi Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik.

Editor : Rosihan Anwar
De Gadjah