Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sebelum Meninggal, Tim Dokter Petinju Nasional Valen Nahak Berencana…

Donny Tabelak • Jumat, 3 Agustus 2018 | 15:14 WIB
sebelum-meninggal-tim-dokter-petinju-nasional-valen-nahak-berencana
sebelum-meninggal-tim-dokter-petinju-nasional-valen-nahak-berencana

DENPASAR – Kabar meninggalnya petinju nasional proyeksi Asian Games (AG) 2018 Valentinus Bria Nahak Kamis (2/8) malam mengagetkan publik Indonesia dan Bali.


Valen meninggal dunia setelah tidak kuat berjuang melawan penyakit tumor kelenjar getah bening stadium lanjut yang dideritanya.


Kakak kandung Valen, Julio Bria  mengaku sebenarnya Valen sudah dipindahkan ke ruang Angsoka sejak Rabu (1/8) lalu dari ruang Kamboja untuk menjalani kemoterapi.


Namun, menjelang kemoterapi, ternyata kondisi adiknya semakin menurun. “Rabu malam, sesaat setelah dipindah sempat makan bubur, kemudian istirahat. Tapi, tadi siang (kemarin siang) kondisinya menurun,” kata Julio.


Kemoterapi urung dilakukan karena kondisi  Valen yang semakin menurun. Petang kemarin, akhirnya Valen menghembuskan nafas terakhirnya.


“Kira-kira setelah magrib dia dikasih minum, tapi seperti sudah tak bernafas,” tuturnya. Sebelumnya, dokter yang menangani Valen, dr. I Wayan Losen Adnyana Sp-PD (K), mengatakan, kondisi Valen kemarin sangat lemah.


Jika diukur dengan ukuran kondisi umum pasien (karnopski), kondisi Valen masih berada di antara angka 30-40.


"Artinya, pasien harus lebih banyak di tempat tidur hingga kondisinya lebih fit. Kondisi tumor sudah stadium III ke atas. Jadi, satu-satunya tindakan adalah kemoterapi.


Namun karena kondisi pasien masih sangat lemah, ini menjadi pertimbangan khusus, sehingga kita tidak bisa memberikan kemoterapi sebelum pulih benar,” jelasnya beberapa hari lalu. 


Dijelaskan, kasus tumor kelenjar getah bening yang ada di rongga perut bisa menyerang siapa saja. Gejala umum yang biasanya dirasakan oleh penderita berupa pembesaran kelenjar getah bening, umumnya di leher, ketiak, dan selangkangan.


Akan tetapi ada juga gejala-gejala yang muncul tidak spesifik seperti pembesaran di perut. Juga ada gejala lain seperti gejala kejang-kejang karena mengalami tumor kelenjar getah bening di bagian otak. 

Editor : Donny Tabelak
#petinju nasional #kelenjar getah bening #valentinus nahak #rsup sanglah