Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pelari Bali Marathon Meninggal, Empat Luka-luka, Indikasi Karena...

Donny Tabelak • Senin, 10 September 2018 | 13:45 WIB
pelari-bali-marathon-meninggal-empat-luka-luka-indikasi-karena
pelari-bali-marathon-meninggal-empat-luka-luka-indikasi-karena

GIANYAR – Insiden mewarnai ajang lari yang dihelat Maybank Bali Marathon 2018 Minggu kemarin (9/9).


Pelari kategori 10 kilometer, Denny Handoyono, 50, meninggal dunia menjelang garis finish di Bali Safari and Marine Park. Empat pelari lainnya juga sempat dilarikan ke RS Kasih Ibu Saba.


Menurut Direktur RS Kasih Ibu Saba, dr. Gede Ngurah Buana, pelari Denny Handoyono ini sempat ditangani oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yang berjaga menjelang garis finish sekitar pukul 07.30.


“Kurang lebih 100 meter menjelang finish, sempat ditangani oleh PMI. Dilakukan penanganan awal,” ujar dr. Ngurah Buana.


Akan tetapi, tidak ada tanda perubahan pada diri korban. “Tetap tidak ada denyut nadi. Kondisi meninggal. Bisa dibilang, datangnya ke rumah sakit sudah meninggal,” jelasnya.


Selanjutnya, sesuai permintaan keluarga, jenazah korban akan dikirimkan ke Jakarta dibantu pihak RSAD Denpasar.


“Almarhum dari Jakarta. Keluarga juga tinggal di Jakarta semua. Pihak keluarga meminta jenazah dikirimkan ke Jakarta,” terangnya.


Tidak hanya pelari meninggal, RS Kasih Ibu Saba juga menerima 4 pelari lainnya yang mengalami insiden selama lari.


“Ada satu pasien (pelari, red) patah dari Malaysia. Karena dikejar anjing. Itu sedang ditangani dokter bedah tulang,” jelasnya.


Pasien lainnya, mengalami keseleo akibat berlari melintasi rute dua kabupaten. Dua pasien lainnya mengalami kelelahan.


“Ada sip stroke karena kelelahan. Dua pasien ini diopname di rumah sakit,” terangnya.  Mengenai kondisi pelari, dr. Ngurah Buana tidak tahu persis.


Disamping tidak menangani lari maraton, masalah kondisi stamina kembali kepada peserta. “Kan, masing-masing peserta yang seharusnya lebih tahu, ada riwayat sakit jantung apa tidak,” tukasnya. 

Editor : Donny Tabelak