Hal tersebut disampaikan oleh Sang Pelatih, Ida Bagus Mahayasa. Saat dihubungi Radar Bali, ia mengaku belum mendapatkan arahan, terutama dari PSSI. "Belum dapat petunjuk dari federasi," ujarnya Minggu (16/4/2023).
Ajang AWBG memang sempat mendapatkan tanda tanya besar. Sebab, Gubernur Bali Wayan Koster masih menjadi penentu apakah akan digelar di Bali atau tidak. Alasannya hanya satu dan sangat prinsipil. Yaitu, ada peserta dari Israel. Namun kini arus politik terkait kebijakan jadi tidaknya gelaran ANOC World Beach Games 2023 (WBG) Agustus mendatang rupanya berubah drastis.
Nasibnya tidak akan seperti Piala Dunia U-20. Ini setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo melakukan mediasi dengan menemui Gubernur Bali Wayan Koster, di Rumah Jabatan Gubernur Jayasabha, Jumat (14/4/2023).
Selain Menpora, hadir juga Ketua NOC (National Olympics Committee) Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Usai pertemuan, Menpora, bersama Gubernur Bali dan ketua NOC Indonesia melakukan konferensi pers.
Hasilnya, Koster mengatakan rencana ANOC WBG di Bali akan berjalan sesuai dengan konstitusi Negara Republik Indonesia. Awak media menanyakan bagaimana dengan kehadiran kontingen Israel, Koster tetap kekeh menjawab penyelenggaraan harus menaati konstitusi, ia meminta media tidak menanyakan hal itu lagi. “Pada intinya World Beach Games sesuai dengan amanat konstitusi tidak perlu dipertanyakan lagi,” ucap Koster.
Koster memberikan ruang untuk penyelenggaraan ANOC WBG di Bali berjalan lancar dan sukses sesuai dengan tata kelola. Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan untuk menyambut WBG sudah siap tinggal dimantapkan. “Habis lebaran dimantapkan lagi persiapannya. Sudah dilakukan survei tempatnya segala macam. Secara operasional sudah siap,” terangnya. (ara/rid) Editor : M.Ridwan