Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Fenomena Petarung Jalanan, Ketua Pertina Bali De Gadjah Tekankan Tinju Juga Soal Etika

M.Ridwan • Minggu, 21 Mei 2023 | 07:06 WIB
RING TINJU: Saat menghadiri pertarungan antara Bisma dan Maliki beberapa waktu lalu. Foto: Instagram De Gadjah
RING TINJU: Saat menghadiri pertarungan antara Bisma dan Maliki beberapa waktu lalu. Foto: Instagram De Gadjah
DENPASAR, radarbali.id - Dunia tinju di Indonesia sedang heboh. Bukan karena atletnya yang mengukir prestasi, tetapi karena banyaknya orang yang mengaku sebagai petarung jalanan tiba-tiba beradu tinju diatas ring. Tak sedikit dari mereka adalah para selebriti ataupun orang yang viral di media sosial.

Di Bali sendiri juga terjadi hal yang serupa. Belum lama ini, I Wayan Bisma, pria yang dikenal dengan sebutan si Otot Kering juga ikut bertarung di ring tinju. Namun ia pun harus mengakui keunggulan lawannya, yakni Leonard Maliki. "Saya memang tak menyangka bisa sparring di atas ring. Ini baru pertama kali," ujar Bisma melalui media sosialnya.

Ia mengaku tak mempersoalkan kalah ataupun menang dalam pertandingan itu. Terpenting mental dan nyalinya dapat terlatih. "Sebelum saya di ring, saya juga petarung jalanan. Sebelum dibilang jagoan, saya memang jagoan," ujarnya dengan bercanda.

Sambari ia mengatakan pertandingan tersebut adalah sebuah hiburan untuk melatih mental dan nyali. "Nanti kalau ada lagi niat bertarung saya gass. Tapi kalau nggak ada, mohon permakluman karena hobi dan cita-cita saya adalah di gym atau menjadi binaraga Indonesia," pungkasnya.

Melihat fenomena ini, Pertina Bali pun tampak mendukung. Bahkan dalam pertandingan tinju yang cukup menghebohkan media sosial di Bali itu pun dihadiri oleh Ketua Pertina Bali, I Made Muliawan atau dikenal dengan sapaan De Gadjah.

"Pertandingan itu memang digelar oleh anak-anak muda. Tetapi mereka mengajukan ijin ke kami, dan memohon bantuan untuk memberikan wasit, hakim, tenaga kesehatan dan ambulan. Karena anak-anak muda ya kami fasilitasi dan anak muda ini tahu etika dengan menghargai organisasi (Pertina)," ujarnya.

De Gadjah memberikan arahan jika tinju tersebut tidak bisa instans. Terutama untuk si Bisma yang kerap membuat postingan yang kontroversial. "Saya pernah ketemu orangnya (Bisma) dan aslinya orangnya baik, sempat saya ajak makan dan dia banyak curhat tentang keluarganya. Saya bantu dan dia pernah buat konten sama saya," ujarnya.

Pria yang juga ketua Gerindra Bali ini mengajak Bisma untuk membuat konten yang baik dan sopan secara perkataan. Namun hal tersebut ternyata tak diindahkannya. Kemudian muncullah Malilki, yang kemudian mereka bertarung diatas ring. "Mainnya (tinju di ring) sebenarnya kacau, tapi wajar saja. Mereka baru latihan tinju, bukan atlet," ujarnya.

Ia menekankan kepada anak muda jika tinju itu bukan hanya sebagai olahraga yang mengandalkan fisik, tetapi juga otot, otak dan etika. "Tinju itu bisa jadi lifestyle, untuk jaga diri dan juga untuk kesehatan. Dan tinju itu juga fun. Kalau orang itu jago tinju, pasti ngga mau berkelahi. Karena dia tahu pukulannya bisa membahayakan orang," pungkasnya. (ara/rid) Editor : M.Ridwan
#Ketua Pertina Bali #jagoan jalanan #Ring Tinju #Pertina Bali #petarung jalanan