GIANYAR, Radar Bali.id - Persaingan di bawah mistar gawang Bali United kini kian ketat. Bagaimana tidak, Muhammad Ridho dalam pertandingan melawan PSM Makassar dalam perebutan tiket playoffs Liga Champions Asia kemarin kembali menjadi bintang lapangan setelah melakukan sejumlah penyelamatan gemilang.
Setidaknya ada empat penyelamatan berbahaya dilakukan mantan kiper Madura United tersebut dalam babak tambahan 2x15 menit. Sebagaimana diketahui juga, M. Ridho masuk menggantikan Adilson Maringa yang harus dipaksa keluar karena dianggap melakukan pelanggaran di luar kotak penalti Bali United.
Penampilan M. Ridho pun mendapatkan pujian dari para penggemar Serdadu Tridatu –julukan Bali United- di media sosial. Bahkan tak sedikit yang meminta lebih baik menjadikan M. Ridho sebagai skuad utama dibanding dengan memasang Maringa, pemain asal Brasil yang sebelumnya bermain untuk Arema Malang tersebut.
Melihat situasi yang terjadi, Maringa saat ditemui di Training Center Bali United di Pantai Purnama, Gianyar mengatakan kejadian yang terjadi saat laga melawan PSM Makassar adalah situasi normal dalam sebuah pertandingan. “Saya pikir semua itu masih normal dalam sepak bola,” ujarnya Senin (12/6) kemarin.
Disingung terkait persaingan di bawah mistar gawang dan posisi utama di skuad Bali United bisa digeser M.Ridho, Maringa justru mengatakan hal tersebut menjadi hal yang biasa. Bahkan, menyebut M.Ridho adalah kiper yang juga memiliki kualitas yang baik. “Saya dengan Ridho berteman baik dan persaingan itu biasa. Dia kiper yang bagus,” sebutnya.
Sedangkan ditanya soal pilihannya bergabung dengan Bali United, adalah sebuah pilihan yang sangat tepat untuk lonjakan karirnya sebagai pemain bola. “Ini (Bali United) bisa dikatakan sebagai sebuah loncatan besar. Selain memiliki tempat training center yang besar, klub ini juga dibangun dengan profesional,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita