MANGUPURA, Radar Bali.id – Perjalanan KONI Badung untuk melanjutkan program Monitoring dan Evaluasi (Monev) kembali berlanjut. Kali ini mereka mendatangi cabang olahraga panahan saat sedang layijan di Lapangan Sading pada Senin (26/6/2023).
Penting bagi wadah organisasi olahraga di Badung ini untuk kembali memberikan semangat setelah anjloknya prestasi Perpani Badung.
Ketua umum KONI Badung, I Made Nariana, mengatakan bahwa sejak Porprov Bali tahun lalu, prestasi cabor Perpani Badung disebutnya turun drastis. Ia pun berharap atlet panahan berbenah kembali. Padahal sebelumnya selalu juara umum.
“Pembenahan itu harus dilakukan dengan peremajaan atlet, penyegaran pelatih dan pengurus kabupaten,” ujar pria yang sebelumnya pernah menjadi Ketua Umum KONI Bali ini pada Selasa kemarin (27/6/2023).
Di sisi lain, pelatih Kadek Dian Vanagosi melaporkan, SDM atlet di Badung sangat terbatas. Peralatan juga tidak ada yang baru, selain kurang latih tanding ke luar daerah. Alasan itu dipakai sebagai dasar sehingga prestasi menurun.
Dalih tersebut pun dinilai KONI Badung kurang masuk akal. Sebab cabor panahan di daerah lain justru memperlihatkan peningkatan prestasi. Bagi pengurus KONI Badung, kuncinya adalah ada semangat, kekompakan dan percaya diri.
Namun berdasarkan evaluasi akhir tahun lalu, ada tiga hal yang menonjol. Peremajaan atlet, penyegaran pengurus dan pelatih. Tiga masalah itu menjadi pokok, sebab kalau dikaitkan dengan dana – semua daerah di Bali mengalami hal serupa akibat wabah Covid 19.
Sementara itu, Sekretaris KONI Badung Made Sutama dan Wakil Ketua KONI Badung Wayan Tirta, mengharapkan Perpani Badung jangan selalu berharap dana dari KONI. Dana KONI sangat terbatas. Untuk itu diperlukan kreativitas dari cabor masing-masing dalam menangani atletnya. Sesuai UU olahraga, biaya pembinaan atlet berasal dari pemerintah, orangtua dan masyarakat/pengusaha.
KONI Badung kini memiliki 53 anggota cabor, tentu pemkab Badung tidak akan dapat memberikan dana sepenuhnya sesuai yang diajukan melalui KONI sebagai induk cabang olahraga. Semua cabor akan diberikan bantuan dana pembinaan sesuai prestasi masing-masing.
Monev KONI Badung akan terus digulirkan sehingga semua anggota lebih bersemangat menyambut Pekan Olahraga Provinsi Bali tahun 2025. Selain itu KONI Badung juga memiliki ambisi supaya atletnya lebih banyak dapat ikut PON 2024 di Aceh dan Sumatra Utara.
KONI Badung menyadari, pengurus provinsi Cabang Olahraga, juga kesulitan dalam mengirim atlet ke pra-PON, tetapi tetap dilakukan dengan berbagai cara yang produktif. [*]
Editor : Hari Puspita