Bali United masih belum greng di awal kompetisi. Kekalahan dua kali beruntun dari PSS Sleman dan Borneo FC membuat Bali United bertengger pada klasemen terbuncit, alias paling bawah. Memang laga baru berjalan dua pertandingan, namun jika melihat statistik, mereka seoalah kesulitan untuk menciptakan peluang.
TAHUN ini merupakan awal yang sulit. Hasil minor yang didapatkan Ricky Fajrin dan koleganya dalam dua laga mereka menjalani kompetisi di liga 1 musim 2023/2024 memang patut di evaluasi. Jika berkaca pada statistik pertandingan di dua laga, penguasaan bola selalu menjadi milik Serdadu Tridatu, julukan Bali United.
Dalam laga melawan PSS Sleman pada 1 Juli 2023 lalu di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar misalnya, anak asuh pelatih Stefano “Teco” Cugurra mengusai penuh penguasaan bola baik dibabak pertama maupun babak kedua. Dalam catatan yang dihimpun, di babak pertama mereka menguasai bola 66 persen namun hanya memiliki satu kesematan gol.
Di babak kedua, penguasaan bola bahkan mencapai 70 persen, namun sayangnya justru lawan yang berhasil menciptakan gol dan membuat skor menjadi 0-1.
Dalam laga kedua melawan Borneo FC di Samarinda, penguasaan bola juga masih menjadi milik para pemain di Bali United. Secara keseluruhan, statistik mencatat, Eber Bessa dan koleganya menguasai 51 persen jalannya pertandingan.
Baca Juga: Duet Jantung Pertahanan Skuad Bali United: Jadi Pemain Utama, Kadek Arel tetap Hormat Pemain Senior
Namun, untuk peluang menjadikan tercatat hanya dua kali kali saja. Hal ini berarti ada yang salah dalam pola permainan yang diterapkan oleh Bali United.
Ini lantaran lebih memilih lama memainkan bola dan kemudian pola serangan dilakukan melalui umpan crossing dari kiri dan kanan pemain sayap menuju target man. [*]
Editor : Hari Puspita